Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Bersama BNPB Selenggarakan Webinar Series SNI Kebencanaan Perdana

  • Jumat, 28 Juni 2024
  • Humas BSN
  • 1030 kali

Dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI) kebencanaan di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku sekretariat Komite Teknis 13-08 Penanggulangan Bencana menyelenggarakan webinar series SNI Kebencanaan yang diawali pada Kamis (27/06/24) secara daring.

Pada series perdana ini, SNI yang dipilih untuk dibahas lebih detail yaitu SNI 7937:2013 Layanan kemanusiaan dalam bencana. Seperti diketahui, standar ini menetapkan persyaratan minimum bagi penyedia layanan kemanusiaan dalam memenuhi kebutuhan dasar umum, perlindungan, pasokan air, sanitasi, promosi hygiene (hidup bersih dan sehat), ketahanan pangan, gizi, bantuan pangan, hunian, permukiman, bantuan non-pangan, kesehatan, pendidikan, ternak, pemulihan ekonomi dan akuntabilitas bagi penduduk terdampak. Standar ini menetapkan mutu minimum yang harus dicapai dalam layanan kemanusiaan terutama pada tahap tanggap darurat bencana.

Menurut Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, standardisasi kebencanaan di Indonesia merupakan hal yang penting khususnya dalam hal mitigasi bencana, sehingga penting untuk terus mengembangkan dan memperbarui standar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan kondisi geografis dan sosial di Indonesia demi terwujudnya resiliensi bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo dalam keynote speechnya menjelaskan bahwa peran standar dalam kebencanaan dibutuhkan dalam aspek mitigasi pencegahan, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurut Hendro SNI 7937:2013 dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam pengelolaan pengerahan sumber daya manusia pada saat situasi tanggap darurat.

Webinar ini diikuti oleh masyarakat umum serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah se-Indonesia, dan dipandu langsung oleh perwakilan Humanitarian Forum Indonesia selaku salah satu anggota Komite Teknis 13-08, J. Victor Rembeth sebagai moderator.

Bertindak sebagai narasumber pertama dalam webinar ini yaitu Wakil Ketua Komite Teknis 13-08, Aunur Rofiq Hadi. Berdasarkan penjelasan Aunur, Komite Teknis 13-08 merupakan komite teknis yang dibentuk pada tahun 2011 untuk memenuhi kebutuhan SNI di bidang penanggulangan bencana. Saat ini Komite Teknis 13-08 telah merumuskan 23 SNI terkait dengan kebencanaan, dengan rincian 5 SNI merupakan SNI adopsi, dan 18 SNI merupakan SNI pengembangan sendiri. Pada tahun 2023, Komite Teknis 13-08 meraih penghargaan Herudi Technical Committee Award (HTCA) yang diselenggarakan oleh BSN sebagai Komite Teknis berkinerja terbaik.

Narasumber selanjutnya, Kepala Markas Pusat PMI yang juga merupakan anggota Komite Teknis 13-08, Arifin Muh. Hadi menjelaskan lebih dalam mengenai SNI 7937:2013. Menurut Arifin, SNI ini bertujuan memberikan sumber rujukan minimum kepada para pemangku kepentingan terkait bencana dalam memberikan layanan kemanusiaan secara bermartabat. Penerapan SNI ini akan memudahkan para pelaku tanggap darurat kebencanaan melakukan layanan kemanusiaannya.

Harapannya dengan adanya webinar series ini dapat memotivasi para pemangku kepentingan khususnya di sektor kebencanaan untuk menjadikan SNI kebencanaan yang sudah tersedia sebagai dasar dalam tata kelola kebencanaan di Indonesia. (hps/humas)

 

Galeri Foto: BSN Bersama BNPB Selenggarakan Webinar Series SNI Kebencanaan Perdana