Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

UMKM Penerap SNI Binaan BSN Tembus Ekspor ke Turki

  • Jumat, 11 Juni 2021
  • Humas BSN
  • 494 kali

Industri penerap Standar Nasional Indonesia (SNI) binaan Badan Standardisasi Nasional (BSN) kian menunjukkan tajinya. Setelah berhasil melakukan ekspor ke Hongkong pada April lalu, CV. Bolu Ketan Mendut yang telah memenuhi persyaratan sertifikasi HACCP dan mengantongi sertifikat SNI Biskuit kini merambah ekspor ke Turki.

Deputi Penerapan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah mengapresiasi komitmen kuat dari pimpinan CV. Bolu Ketan Mendut dalam upaya menerapkan SNI. “Komitmen yang tinggi dari pimpinan CV Bolu Ketan Mendut selama proses pembinaan merupakan kunci sukses meraih Sertifikat SNI 2973:2011 Biskuit dan Sertifikat SNI CAC/RCP 1:2011 HACCP,” tutur Zakiyah disela-sela kunjungannya di Rumah Produksi.

Sebelum pengiriman barang, Zakiyah juga berdialog secara online dengan Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Imam As’ari; Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor); Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Tjarda; Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur, Yuniar Wahyudi; serta pemilik CV Bolu Ketan Mendut, Jalian Setiarsa.

Informasi penting yang disampikan pada saat dialog dengan KJRI Turki adalah terbukanya kesempatan bagi UKM Indonesia untuk merambah pasar Turki melalui koordinasi dan bimbingan KJRI Turki.

Keberhasilan CV Bolu Ketan Mendut diacungi jempol oleh Gus Muhdlor. "Bagi kami ini prestasi yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi. Ekspor ini, menjadi contoh serta inspirasi bagi IKM dan UMKM lain untuk terus berinovasi, kerja keras dan pantang menyerah dalam meningkatkan kualitas produknya. Agar bisa bersaing ke pasar internasional," ujar Gus Muhdlor. Ia pun mengapresiasi komitmen Kantor Layanan Teknis BSN Wilayah Jawa Timur dalam membina UMKM di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Di kesempatan yang sama, Yuniar Wahyudi menegaskan, Kantor Layanan Teknis BSN wilayah Jawa Timur berkomitmen untuk meningkatkan daya saing produk lokal sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, selain membina dan memfasilitasi penerapan SNI, BSN juga menggandeng mitra di daerah dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional maupun global. “Salah satu mitra kami adalah Ekport Center Surabaya dalam memberikan informasi terkait pasar di luar negeri, persyaratan dan regulasi NTE (negara tujuan ekspor), sampai kepada administrasi ekspor."  terang Yuniar.

Pemilik CV Bolu Ketan mendut, Jalian Setiarso pun mengakui, keberhasilannya melakukan ekspor tidak lepas dari penerapan standar. Ia mengatakan, dengan mengolah dan memproduksi makanan olahan yang baik melalui penerapan HACCP dan SNI, maka produknya dapat konsisten baik mutu, rasa, maupun keamanannya. (KLT jatim/ed:Humas)