Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Rapat Dengar Pendapat BSN dengan Komisi VI DPR RI

  • Kamis, 27 Agustus 2020
  • Humas BSN
  • 431 kali

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Komisi VI DPR-RI pada Rabu (26/8/2020). RDP yang dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi VI – Gedung Nusantara I, Jakarta ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima. Dalam RDP ini juga hadir pejabat Eselon I dan Eselon II BSN. Agenda yang dibahas kali ini adalah mengenai Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN TA 2019 dan Realisasi Anggaran TA 2020.

Dalam rapat ini, Kukuh memaparkan capaian yang telah diraih BSN selama tahun 2019. Diantaranya BSN berhasil merealisasikan penyerapan anggaran tahun 2019 sebesar 98,32% serta meraih opini WTP atas Laporan Keuangan BSN Tahun 2019. Opini WTP ini diraih BSN sejak tahun 2008.

Komisi VI DPR RI melalui Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima mengapresiasi BSN atas realisasi penyerapan anggaran Tahun 2019. Diharapkan BSN untuk meningkatkan kinerjanya agar anggaran pada tahun 2020 dapat terserap dengan maksimal. Begitu pula dengan capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Opini WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diraih BSN sejak tahun 2008, diharapkan BSN lebih dapat meningkatkan cost and benefit anggaran sehingga lebih dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Kukuh juga menjelaskan peran BSN dalam mendukung Kementarian Kesehatan terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian pada alat kesehatan. Pada dasarnya semua diregulasi melalui Peraturan Menteri Kesehatan, BSN lebih memberikan dukungan pada metode-metode dan sertifikasi produknya.

Kementerian Kesehatan akan merilis 5 ventilator yang dibuat oleh anak bangsa. BSN ikut berperan mendampingi dalam konteks pengujian dan kalibrasi. BSN mempunyai andil dalam melakukan pendampingan terhadap balai pengamanan fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan untuk merilis ventilator yang dibuat anak bangsa. Menurut Kukuh, mereka perlu didampingi dalam konteks pemahaman terhadap persyaratan standarnya. Dan pada akhirnya, spesifikasi yang diluncurkan atau di approve adalah untuk pemenuhan Peraturan Menteri Kesehatan. “Alhamdulilah 5 ventilator buatan anak bangsa sudah bisa diluncurkan”, ucap Kukuh.

Terkait dengan pengembangan UMKM, BSN fokus kepada bagaimana agar UMKM sedikit demi sedikit bisa mengenal standar dan pada akhirnya bisa menerapkan standar karena era persaingan global yang ketat. “Kalau tidak menerapkan standar saya rasa UMKM kita akan sulit. Tahun ini ada 203 yang kita jadikan role model. 5 tahun terakhir total sekitar 700 UMKM sudah kita bina. Mereka yang berhasil mendapatkan profit dari menerapkan SNI kemudian kita jadikan role model”, kata Kukuh.

Pada RDP kali ini, BSN hadir bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (ian-humas)

 

Galeri foto: Rapat Dengar Pendapat BSN Dengan Komisi VI DPR RI