Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Standardisasi Mendukung Inovasi Sumber Pangan Baru

  • Kamis, 08 September 2022
  • Humas BSN
  • 790 kali

Tantangan akan ketersediaan pangan secara berkelanjutan terus meningkat seiring meningkatnya populasi global. Beberapa perubahan sistem dan inovasi teknologi tersebut memunculkan isu mengenai New Food Sources and Production System (NFPS). New Food sources berkaitan dengan pangan yang tidak dikonsumsi secara luas. New food production system mencakup inovasi baru atau peningkatan dari teknologi pangan saat ini yang digunakan dalam memproduksi pangan baru. Inovasi produk pangan baru harus tetap terjamin keamanannya bagi kesehatan konsumen. 

"Inovasi produk-produk pangan perlu diproduksi dengan komposisi atau bahan-bahan yang sesuai dengan standar keamanan pangan internasional atau mengadopsi best practices bidang pangan," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN), Hendro Kusumo dalam sesi pertama di acara Food Ingredients Asia Conference (FIAC) ke 7 yang diselenggarakan oleh SEAFAST Center IPB University pada Rabu (7/9/2022) di Jakarta.

Berbicara inovasi pangan, beberapa sumber pangan baru diantaranya adalah serangga, alternatif pangan asal tumbuhan, rumput laut atau makroalga, hingga ubur-ubur. 

Menurut Hendro, topik diskusi mengenai New Food Sources and Production System (NFPS) telah meningkat secara signifikan di forum pangan internasional, Codex Alimentarius Commission.

"Diskusi NFPS terkini dilakukan oleh The Executive Committee of the Codex Alimentarius Commission (CCEXEC81) dan The Codex Alimentarius Commission (CAC44)," lanjut Hendro. 

Menurut Hendro, peningkatan implementasi Standards, Technical Regulations and Conformity Assessment Procedures (STRACAP) dalam perdagangan dunia di bidang pangan perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi personel yang mengelola bisnis proses untuk jaminan mutu produk dan aspek keselamatannya, sekaligus untuk kelancaran perdagangan melalui keberterimaan produk yang diekspor. Selain itu juga perlu dukungan kompetensi lembaga yang terlibat dalam rantai pasok pangan global, dalam hal traceability, interoperability, dan mutual recognition harus menggunakan standar relevan yang tertelusur ke standar internasional.

Oleh karena itu, menurut Hendro, terdapat tiga peran dan fungsi penting dari Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dalam mendukung regulasi, edukasi, juga aspek mutu dan keselamatan, yaitu pertama: untuk memfasilitasi pendekatan regulasi yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan masing-masing, melalui Good Regulatory Practices (hasil kolaborasi antara Good Policy-making Practices dengan Good Standardization Practices). Kedua, adalah untuk memberikan reputasi global lembaga pendidikan melalui pendekatan berbasis kompetensi yang diakui secara global (menggunakan skema akreditasi untuk proses penilaian kesesuaian terhadap pengakuan kompetensi lembaga/pegawai). Lebih lanjut Hendro menyampaikan bahwa yang ketiga, adalah untuk menjamin mutu dan/atau keamanan produk pangan yang sampai ke tangan pelanggan, melalui pendekatan penilaian kesesuaian berbasis standar internasional (penggunaan jalur keberterimaan dan pengakuan secara global atas hasil Penilaian Kesesuaian dalam kerangka Sistem Infrastruktur Mutu Internasional).

Inovasi sumber pangan baru, ditopang dengan kehadiran teknologi, serta penerapan standardisasi dan penilaian kesesuaian, diharapkan dapat membantu industri pangan untuk tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan, sejalan dengan tema yang diusung penyelenggara, yaitu: Advancing Food Ingredients to promote Health Life and Sustainability. Konferensi internasional FiAC ini juga disertai dengan pameran produk dan inovasi baru oleh para pelaku usaha di bidang pangan dari berbagai negara yang berlangsung selama 7 s/d 9 September 2022 di JIExpo Kemayoran Jakarta. (PjA - Humas)

 

Galeri Foto: Standardisasi Mendukung Inovasi Sumber Pangan Baru