Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

UKM Binaan BSN, Kopi Bubuk dari Mamasa Berhasil Raih SNI

  • Rabu, 30 November 2022
  • Humas BSN
  • 434 kali

Perkembangan UKM di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, UKM sebagai penopang perekonomian yang sesungguhnya menjadi andalan dalam meningkatkan laju perekonomian daerah. Banyak daerah mulai berlomba-lomba untuk menggali keunikan atau produk unggulan yang bisa dihasilkan UKM di daerahnya. Untuk semakin mendorong pendirian UKM baru di daerah, Badan Standardisasi Nasional (BSN) berkolaborasi dengan Kementerian, Lembaga, Dinas Daerah, Perguruan Tinggi, dan pihak-pihak yang mempunyai visi yang sama dalam pengembangan UKM.

Salah satu bentuk kolaborasinya adalah pembinaan penerapan SNI pada CV Poki Cahaya Abadi dan UD Galang Smart Indonesia. BSN melalui KLT BSN Sulawesi Selatan bersama Politani Pangkep melakukan pembinaan terhadap kedua UKM tersebut.

Kepala KLT BSN Sulawesi Selatan, Bagus Muhammad Irvan pada Selasa (29/11/2022) dalam acara Bussiness Matching mengatakan setelah dilakukan pembinaan, CV Poki Cahaya Abadi dan UD Galang Smart Indonesia berhasil mendapatkan sertifikat kesesuaian produk kopi bubuk sesuai SNI 8964:2021 Kopi Sangrai dan Kopi Bubuk.

Penyerahan sertifikat kesesuaian diadakan dalam acara “Bussiness Matching” yang diselenggarakan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim (BBIHPMM). Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal youtube BBIHPMM.

Program pembinaan penerapan SNI dari BSN ini, lanjut Bagus mencakup pembiayaan pengujian produk, perbaikan tempat produksi, penataan manajemen, pelatihan/awareness pada SDM UKM sampai pada pembiayaan sertifikasi.

Sebagai informasi, kedua UKM yang berasal dari Mamasa, Sulawesi Barat ini memproduksi kopi bubuk robusta dan arabika, produk yang mereka hasilkan sudah menjuarai beberapa penghargaan tingkat nasional. Melihat cukup banyaknya prestasi yang diraih kedua UKM tersebut, Pengajar Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Politani Pangkep) sekaligus Praktisi Kopi, Reta, mengusulkan untuk bergabung dalam program pembinaan penerapan SNI.

Bussiness Matching juga dihadiri antara lain oleh Kepala Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM) Makassar Setia Diarta; Tenaga Ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Bidang Ekonomi Sulawesi Selatan, Muhammad Asdar; Wakil Bupati Sidrap, Mahmud Yusuf; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto. Mernawati; Kepala Bidang Industri Tekstil, Aneka dan Elektronika Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan, Meyke NS; dan para owner UKM yang masuk dalam program inkubasi BBIHPMM.

Sekali lagi keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi KLT BSN Sulawesi Selatan dengan Politani Pagkep, Dinas Kabupaten Mamasa dan Inkubator Bisnis Teknologi BBIHPMM. Untuk kedepannya, semoga semakin bertambah UKM potensial di daerah yang berkeinginan untuk menerapkan SNI. Dengan SNI, UKM siap bersaing! (bgs-PPSPK/ red: nda-humas)