Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Bulan Mutu Nasional 2022, Momentum Dorong Sektor Pariwisata Terapkan SNI

  • Rabu, 26 Oktober 2022
  • Humas BSN
  • 640 kali

 

 

Palembang, Detiksumsel.com — Pandemi Covid-19 tahun lalu, telah memunculkan berbagai aturan-aturan yang ketat guna mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas. Namun, dengan penanganan dan kerjasama yang baik dari masyarakat dan pemerintah, akhirnya dapat melonggarkan aturan-aturan tersebut yang diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata.

Meskipun pelonggaran aturan diberlakukan, untuk mendorong lebih cepat kepercayaan wisatawan akan pariwisata Indonesia, pelaku pariwisata seyogyanya menerapkan standardisasi. Penerapan standardisasi tidak hanya menjamin kualitas layanan, namun juga memberikan rasa aman pada wisatawan. Wisatawan tak hanya puas berkunjung namun dari sisi keselamatan dan kesehatan wisatawan juga terjamin.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Achmad dalam pembukaan Bulan Mutu Nasional 2022 di Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu (26/10/2022).

Kukuh mengatakan standardisasi dapat menjadi jembatan untuk membantu pelaku bisnis sektor pariwisata untuk menghadapi perubahan dan menjawab tantangan dari masyarakat akan kebutuhan keamanan dan kesehatan, serta memberikan kepastian dan jaminan kepada masyarakat sebagai penikmat wisata, sehingga industri pariwisata dapat kembali menjadi pemberi kontribusi perekonomian yang menjanjikan.

“BSN sendiri telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042:2021 Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan Tempat Penyelenggaraan dan Pendukung Kegiatan Pariwisata (CHSE). Adapun, SNI CHSE ini bersifat voluntary atau sukarela. Namun demikian, SNI ini sebagai piranti penting yang diperlukan untuk membangkitkan sektor parekraf,” ujar Kukuh.

Tercatat hingga saat ini berdasarkan data bangbeni.bsn.go.id terdapat 135 hotel/penginapan/Kawasan wisata yang tersertifikasi SNI 9042:2021.

Untuk mendukung pariwisata Indonesia semakin meningkat dan berdaya saing, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan memfasilitasi 800 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi SNI Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) sepanjang 2022.

Tidak hanya itu, BSN melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) telah bekerjasama dengan Kemenparekraf mengembangkan skema akreditasi bagi Lembaga Sertifikasi dengan ruang lingkup kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di tempat  penyelenggaraan wisata dan industri kreatif, mengacu pada SNI 9042 : 2021.

Penerapan SNI 9042:2021 ini juga didukung oleh Skema Penilaian Kesesuaian yang disusun melibatkan pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ditetapkan melalui Peraturan BSN No. 24 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 4 Tahun 2020 tentang Skema Penilaian Kesesuaian Terhadap Standar Nasional Indonesia Sektor Jasa, Lampiran IV Skema Sertifikasi SNI Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan Tempat Penyelenggaraan dan Pendukung Kegiatan Pariwisata.

Dalam hal ini Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H Herman Deru ketika membuka BMN 2022 menuturkan bahwa pihaknya memberi dukungan atas kegiatan BMN dimana Pemerintah provinsi Sumsel menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan puncak Bulan Mutu Nasional tahun 2022 di Sumsel.

Sementara, pihaknya menyadari dampak dari pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian Sumatera Selatan terdampak, sehingga menjadi kewajiban dari Pemprov Sumsel untuk pulih lebih capat dan bangkit lebih kuat.

“Potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang potensial di Sumatera Selatan, kami berdayakan dan gerakkan secara komprehensif sehingga perekonomian Sumatera Selatan kembali tumbuh dan meningkat lebih baik” ungkap Deru.

“Kami berkomitmen mengembangkan semua sektor sebagai bagian dari peningkatan perekonomian masyarakat, disamping itu potensi-potensi seperti pariwisata, adat istiadat, seni budaya dan ekonomi kreatif, serta potensi lainnya kami lakukan secara berkelanjutan dengan perencanaan terpadu bekerjasama dengan semua pihak dengan harapan ekonomi Sumatera Selatan tumbuh sebagaimana yang diharapkan,” tambahnya.

Dengan adanya penyelenggaraan BMN 2022 di Sumsel Deru berharap dapat memperkuat kerja sama antar instansi termasuk salah satunya BSN baik instansi pemerintah maupun swasta, pelaku usaha, maupun akademisi

“Agar tercipta sinergi yang baik untuk memulihkan dan mengembangkan seluruh sektor dalam mencapai ekonomi Sumatera Selatan yang Tangguh dan berdaya saing,” tukasnya. (laras)

 

Sumber: https://detiksumsel.com/bulan-mutu-nasional-2022-momentum-dorong-sektor-pariwisata-terapkan-sni/