Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Pasar Padang Panjang & Sleman Yogya Masuk Nominasi Pasar Rakyat Standar SNI

  • Sabtu, 09 Oktober 2021
  • Humas BSN
  • 727 kali

Padang Panjang, SpiritSumbar – Pasar Pusat Kota Padang Panjang masuk dua  nominasi peraih sertifikat Pasar Rakyat berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia) tahun 2021 ini. Satu lagi adalah pasar rakyat di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Itulah kejutan terbaru dari Kota Padang Panjang, yang terungkap dari keterangan Kepala Dinas Perindustrian, Perindagkop & UMKM setempat, Arpan, pekan ini. Sebelumnya, seperti diketahui, Walikota Fadly Amran meraih pin emas dari Menteri Koperasi dan UMKM-RI terkait pembinaan koperasi dan UMKM di kota itu.

Terkait penilaian Pasar Pusat Padang Panjang sebagai pasar rakyat berstandar SNI pada 2021 ini, Arpan menyebut, masih ada satu penilaian lagi, yakni oleh tim audit independen dari Jakarta. Kapan tim ini akan turun ke Padang Panjang belum tahu. Kemungkinan di sekitar Oktober-November 2021 ini.

Yang jelas, dari penilaian sebelumnya, hasilnya cukup menggembirakan. Sebab, bukan saja karena Pasar Pusat Padang Panjang masuk nominasi dua pasar rakyat berstandar SNI bersama pasar rakyat di Sleman Yogya. Tapi juga karena dari 45 indikator penilaian, tercatat 85 % sudah terpenuhi, tinggal 15 % yang belum.

Semua catatan tentang apa saja dari 45 indikator itu yang sudah terpenuhi, dan belum terpenuhi, diberikan oleh tim penilai. Jadi, Dinas Perindagkop dan UMKM yang membawahi pengelolaan Pasar Pusat Padang Panjang bisa tahu dan paham apa yang mesti dilakukan untuk mewujudkan pasar rakyat berstandar SNI.

Di antara contoh indikator yang jadi perhatian tim terkait penilaian pasar rakyat berstandar SNI itu, seperti ketersediaan areal parkir kendaraan, tempat merokok (smoking area), ruang tempat ibu menyusui bayinya, tanaman penghijauan, papan informasi harga (terutama sembako) dan akses disabel.

Bagi Arpan sendiri, masuknya Pasar Pusat Padang Panjang dua nominasi pasar rakyat standar SNI, dan beberapa prestasi lain di OPD-nya belakangan, disebutnya menambah kebahagiaannya. Apalagi ini terjadi di ujung karirnya sebagai ASN, dan ujung jabatannya sebagai Kadis Perindagkop & UMKM Kota Padang Panjang.

Arpan, SH, pria kelahiran 11 November 1961 di Lubuk Linggau, Sumsel itu, mulai berkarir di ASN (PNS) pada 1986 di Pasaman, Sumbar. Pada Desember 2021 datang, suami dari Karlina Kamal dan ayah dari 3 orang anak (Ardika, Arlingga dan Armila) itu akan mulai memasuki masa pensiun.

Lebih jauh terkait Pasar Pusat Padang Panjang, pasar ini dibangun baru jadi bertingkat di era Walikota Hendri Arnis (2013-2018). Terus mulai dioperasikan di era Walikota kini, Fadly Amran (dilantik 10 Oktober 2018). Di era Fadly pula dibangun fasilitas penunjangnya, seperti pembuatan tangga ke Lantai-I dari depan (utara).

Berikut, pembangunan kios buah di sisi timur lewat dana CSR Bank Nagari. Terus, pada 2021 ini Pemko Padang Panjang dengan dana APBD kota itu sedang membangun pedestrian di bagian halaman depan (utara) Pasar Pusat dan di sisi timurnya.

Nanti, pada 2022 datang, seperti disebut terpisah oleh Kepala Dinas PU, Wilda Yusar, di halaman depan (utara) Pasar Pusat itu akan ada pentas pertunjukan ukuran agak kecil (mini amphitheatre). Gunanya untuk tempat pertunjukan pada saat-saat tertentu sejalan upaya meramaikan pengunjung Pasar Pusat.(jym/yet).–

 

Tautan berita: Pasar Pusat Padang Panjang & Sleman Yogya Masuk Nominasi Pasar Rakyat Standar SNI – Berita Sumbar Terkini (spiritsumbar.com)