Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Dukung UNJANI Tingkatkan Daya Saing dengan Penerapan Standar

  • Kamis, 07 Oktober 2021
  • Humas BSN
  • 1502 kali

 

Berbicara mengenai kegiatan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK), akademisi merupakan bagian dari pemangku kepentingan yang sangat penting untuk memenuhi asas atau norma yang dipegang teguh yaitu konsep konsensus di dalam perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI). Oleh karenanya, kerjasama antara Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan perguruan tinggi dalam bidang SPK menjadi hal yang penting.

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad dan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Hikmahanto Juwana menandatangani Nota Kesepahaman di Bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dengan secara virtual pada Rabu (6/10/20021).

“Ada beberapa standar yang bisa diimplementasikan UNJANI, contohnya adalah SNI ISO 21001, Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP), yang penerapannya voluntary atau secara sukarela. BSN bangga bisa bekerja sama dengan UNJANI,” ungkap Kepala BSN, Kukuh S. Achmad.

Kedepannya, dari 10 Fakultas yang ada di UNJANI akan direncanakan uji coba platform penerapan standardisasi sebagai wujud realisasi kerja sama.

BSN sudah menandatangani kerja sama dengan 75 perguruan tinggi di Indonesia baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Selama kurang lebih 10 tahun perjalanan kerja sama BSN dengan berbagai perguruan tinggi, sudah dihasilkan mata kuliah standardisasi baik yang bersifat wajib, pilihan, maupun kuliah umum.

“Bagi BSN yang terpenting adalah menaikkan daya saing resources yang dimiliki universitas,” jelas Kukuh.

Sementara itu, Rektor UNJANI, Hikmahanto Juwana menilai kerja sama BSN – UNJANI sangat penting.

“Dalam kesempatan ini, penting adanya kerja sama dengan BSN, agar dapat memiliki standar secara nasional. Untuk itu, standardisasi sangat penting, agar UNJANI bisa hebat tidak hanya di Cimahi, namun juga secara nasional hingga internasional. UNJANI harus seperti Navy Post-Graduate School di Amerika Serikat,” ungkap Hikmahanto.

“Ini alasan kita menandatangani nota kesepahaman hari ini untuk melakukan kerja sama yang ujungnya menguntungkan Para Pihak. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), harus punya standar Negara-negara ASEAN.” tutupnya.

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman juga diisi dengan pemaparan dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri yang mempresentasikan materi berjudul Arti Penting Standardisasi bagi Perguruan Tinggi.

Kerja sama BSN – UNJANI memiliki ruang lingkup Pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian; Peningkatan partisipasi pakar di lingkungan lembaga pendidikan dalam kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian; Promosi, pertukaran dan pendayagunaan informasi standardisasi dan penilaian kesesuaian; Fasilitasi pembinaan penerapan SPK di lingkungan UNJANI; Pembinaan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil di lingkungan UNJANI; Pengkajian di bidang SPK; serta Menunjang pelaksanaan program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. (PjA – Humas).