Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kepala BSN Tekankan Pentingnya Partisipasi Aktif Indonesia dalam Keanggotaan IEC

  • Sabtu, 18 September 2021
  • Humas BSN
  • 1713 kali

 

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai sekretariat Komite Nasional International Electrotechnical Committee di Indonesia (Komnas IEC) menyelenggarakan rapat Komnas IEC pada Kamis (16/7/21) secara daring.

Rapat membahas tentang rekomendasi komnas IEC yang akan/telah ditindaklanjuti, laporan kelompok kerja pengembangan standar dan strategi pasar, laporan kelompok kerja pengelolaan penilaian kesesuaian, informasi mengenai IEC General Meeting 2021, dan IEC Young Professional Program 2021, serta Renstra Komnas IEC 2020-2024.

Dalam kesempatan ini, Kepala BSN selaku Ketua Komnas IEC, Kukuh S. Achmad memaparkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam forum IEC merupakan langkah penting dalam pengembangan standardisasi di Indonesia.

Kukuh meminta agar para stakeholder di bidang elektronika dan kelistrikan Indonesia dapat aktif berpartisipasi di forum IEC, demi perlindungan konsumen di bidang elektroteknika dan kelistrikan, serta agar produk-produk lokal dapat bersaing di pasar global.

“Di forum tersebut, tentu yang dibahas tidak hanya penyusunan standar internasional, tetapi juga bagaimana pengaplikasian sertifikasi/conformity assessment ketika standar IEC itu sudah disusun. Oleh karena itu, kita harus aktif terlibat dalam forum internasional IEC, atau – paling tidak – memonitor draft-draft standar IEC yang sedang dirumuskan internasional,” ujar Kukuh.

Menyoroti keanggotaan Indonesia dalam forum IECEE (IEC System for Conformity Testing and Certification of Electrotechnical Equipment and Components), Kukuh menegaskan, “Kita menjadi anggota / mempunyai NCBs (National Certification Bodies) di forum tersebut. Ini harus kita review terus-menerus agar keanggotaan kita di sana bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya.”

Kukuh juga meminta agar anggota Komnas IEC, khususnya perwakilan dari kementerian, dapat memanfaatkan hasil-hasil CB Scheme.

“Selalu ada pertanyaan dari mitra kita, bagaimana mekanisme penerimaan hasil-hasil CB Scheme di Indonesia. Ini harus kita pikirkan,” pesan Kukuh.

Dalam rapat ini, Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektronika, Transportasi dan Teknologi Informasi BSN selaku Ketua Sekretariat Komnas IEC, Y. Kristianto Widiwardono memaparkan bahwa Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah dalam pertemuan Technical Committee dari IEC tahun 2022.

Sekretariat IEC/Technical Committee 14 terkait Power Transformer pun telah mengkonfirmasi kesediaan untuk melaksanakan sidang tahunan 2022 di Indonesia.

“Penyelenggaraan sidang di Indonesia akan sangat bermanfaat, karena stakeholder dapat menghadiri sekaligus bertukar pikiran secara langsung dalam workshop,” pungkas Kristianto. (ald-Humas)