Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Sosialisasikan Panduan Kalibrasi Termometer Gelas untuk Asesor

  • Rabu, 28 Juli 2021
  • Humas BSN
  • 407 kali

Panduan Kalibrasi Termometer Cairan dalam Gelas SNSU PK.S-01:2020 telah diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai upaya untuk mengharmoniskan pelaksanaan kalibrasi termometer cairan dalam gelas di laboratorium kalibrasi maupun institusi lain yang berkepentingan dengan pengukuran yang perlu dijamin keabsahannya. Guna mensosialisasikan panduan tersebut, kali ini BSN menyelenggarakan Sosialisasi Panduan Kalibrasi Termometer Gelas untuk Asesor melalui daring pada Rabu (28/7/2021).

Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Termoelektrik dan Kimia Badan Standardisasi Nasional (BSN), Ghufron Zaid dalam pembukaannya mengatakan panduan kalibrasi termometer gelas ini diharapkan dapat diadopsi untuk nantinya bisa digunakan di laboratorium kalibrasi.

 

Menurut Ghufron, panduan kalibrasi bersifat dinamis. “Sebuah panduan kalibrasi sifatnya dinamis sehingga terbuka untuk mendapat masukan dan revisi. Secara berkala, panduan kalibrasi akan dilakukan kaji ulang. Adapun tujuan dari sosialisasi adalah supaya ada harmonisasi bersama sehingga jika memang diperlukan revisi, kami terbuka untuk melakukan perbaikan,” terang Ghufron.

Senada dengan Ghufron, Peneliti SNSU- Suhu BSN, Dwi Larassati menyampaikan melalui sosialisasi ini diharapkan masukan dan kritikan terhadap panduan yang telah disusun agar kedepan secara bersama-sama dapat menyempurnakan panduan untuk kemajuan yang lebih baik.

Definisi thermometer gelas sendiri adalah salah satu jenis thermometer kontak yang bekerja berdasarkan sifat fisika pemuaian media termometrik (alkohol atau air raksa) karena pengaruh suhu. Konstruksi thermometer gelas terdiri dari cairan yang terbungkus dalam lapisan kaca tipis, memiliki bulb di bagian bawah untuk suhu yang akan diukur dan kapiler yang merupakan bagian dari batang thermometer. Cairan yang digunakan memiliki expansi termal lebih tinggi dari kacanya.

Dwi menjelaskan ruang lingkup Panduan Kalibrasi Termometer Gelas. Yaitu, panduan terrmometer gelas pada rentang ukur -40 ºC ~ 500 ºC; menggunakan metode perbandingan antara penunjukkan termometer gelas dengan penunjukan termometer standar; serta termometer standar yang digunakan dapat berupa, termometer digital (Thermometer Sensor), serta termometer gelas standar dengan akurasi yang lebih baik.

Berdasarkan kontruksinya termometer gelas terbagi menjadi 2 jenis termometer gelas skala luar (solid stem LiGT) skalanya terdapat dibagian luar kaca dan termometer gelas skala dalam (enclosed scale LiGT), yaitu termometer gelas yang skalanya terdapat dalam kaca pelindung. Sementara, berdasarkan pemakaian dalam pencelupan terdiri dari 3 jenis yaitu partial immersion, total immersion; dan complete immersion.

“Partial mmmersion, merupakan termometer yang dicelupkan ke dalam cairan yang diukur sampai kedalaman tertentu, yaitu sampai pada tanda yang tertera pada batang termometer. Sebagai contoh ada penanda pada batang dengan huruf besar :76 mm IMM, ada tanda garis melingkar. Total immersion yaitu termometer yang dicelupkan ke dalam cairan yang diukur, kolom cairan yang tersembul tepat atau ± 1 cm di atas/dibawah permukaan cairan, sehingga meniskus dapat dilihat.Biasanya pada batang termometer tertulis ‘TOTAL IMM’. Sementara, complete immersion adalah termometer gelas dengan tipe ini ketika digunakan harus tercelup seluruhnya secara berkala akan dilakukan dikaji ulang,” papar Dwi.

Melalui Sosialisasi Panduan Kalibrasi Termometer Gelas untuk Asesor, Ghufron berharap panduan ini dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan harmonisasi prosedur kalibrasi thermometer gelas oleh laboratorium kalibrasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) maupun laboratorium pengujian yang melaksanakan kalibrasi inhouse. (nda-humas)