Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Bicara Pentingnya SNI di Produk Masker Medis dan APD

  • Sabtu, 01 Mei 2021
  • Humas BSN
  • 159 kali

TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong alat-alat pelindung diri (APD) mulai dari masker medis yang semakin banyak beredar di masa pandemi sekarang ini menyesuaikan standar kualitasnya. Salah satunya dengan mengupayakan APD itu bisa mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Penerapan SNI saat ini sifatnya bukan wajib, melainkan voluntary atau sukarela, jadi memang tergantung niat dari produsen APD itu," ujar Kepala BSN, Kukuh S. Achmad, di Yogyakarta, Jumat 30 April 2021.

Kukuh mencontohkan APD masker medis yang menjadi senjata utama dalam memerangi penularan Covid-19 di ruang publik saat ini. Label SNI tidak wajib ada pada produk ini di pasaran.

Padahal, dengan memiliki sertifikasi SNI akan menjadi penegasan kepada publik bahwa syarat mutu dari produksi masker medis itu terpenuhi. "Dimulai dari uji laboratorium hingga konsistensi kualitas produksinya yang menjamin masker yang diproduksi hari ini, besok, lusa sama terus," kata Kukuh.

Tak hanya itu, sertifikasi SNI membuat suatu produk bisa diterima di negara lain. Misalnya jika masker medis itu memiliki label European Standards (EN) maka bisa masuk pasar Eropa.

Kukuh mengigatakan, tanpa standarisasi, peluang keraguan masyarakat menggunakan produk APD semakin besar. Ini ditambah dengan kasus-kasus seperti terungkapnya peredaran masker medis palsu karena faktor material yang digunakan tak memiliki izin edar dan penjualannya di tempat tak resmi.

Kukuh mengatakan sampai saat ini belum ada perubahan standar secara internasional terkait standar masker medis. Dia menunjuk parameter ukuran pori yang penting untuk mencegah penularan virus dalam droplet di udara.

Saat ini, Kukuh menerangkan, standarisasi APD mulai dilakukan sejumlah produsen. Produsen masker yang pertama mendapatkan SNI itu yakni PT Maesindo yang memproduksi masker medis disposable yang dinyatakan memenuhi standar SNI bahkan Uni Eropa.

Direktur Komersial PT Maesindo Indonesia, Widhi Hastomo, mengatakan masker saat ini telah menjadi barang komoditi luas. "Sehingga perlu ada standarisasi untuk menjamin mutu itu," kata dia sambil menambahkan butuh proses sekitar setahun untuk Maesindo bisa mengantongi sertifikasi SNI EN 14673:2019 + AC:2019.

"Sertifikasi kami nilai penting, karena di masa pandemi ini jangan sampai masyarakat hanya tahu pakai masker medis selesai, tapi tidak mengetahui apakah barang yang digunakan sudah berstandar," katanya.

 

Tautan berita: BSN Bicara Pentingnya SNI di Produk Masker Medis dan APD - Tekno Tempo.co