Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Forum Sestama: BSN Rangkul Publik Peringati Bulan Mutu Nasional 2020

  • Rabu, 28 Oktober 2020
  • Humas BSN
  • 524 kali

Bulan Mutu Nasional yang pertama kali dicetuskan pada November 1991 secara rutin diperingati setiap tahunnya. Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab penuh di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) merangkul publik untuk terus menanamkan kesadaran akan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka memperingati Bulan Mutu Nasional 2020, BSN menyelenggarakan Forum Sestama Lingkup Kementerian Bidang Perekonomian dan Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada Selasa (27/10/2020) secara online.

Tema yang diusung di tahun ini adalah Peranan Standar dan Penilaian Kesesuaian untuk Memfasilitasi Kemudahan Berusaha.

“Saat ini BSN diminta untuk mendampingi 15 Kementerian/Lembaga terkait penerapan SPK untuk kemudahan berusaha," jelas Kepala BSN, Kukuh S. Achmad saat membuka acara.

Kukuh menjelaskan bahwa Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian menjadi platform horizontal yang mengatur bagaimana standar disusun, diterapkan, disertifikasi yang dapat diaplikasikan untuk keperluan di berbagai sektor, termasuk barang, jasa, sistem, proses, dan personal.

Sementara itu, Sekretaris Utama BSN, Puji Winarni dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa biasanya dalam rangka Bulan Mutu Nasional, Forum Sestama diselenggarakan di Lingkup Kementerian Riset dan Teknologi, tapi pada tahun ini BSN menjangkau lingkup yang lebih luas hingga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"BSN pada tahun 2020 ini memulai jangkauan yang lebih luas untuk terus bekerja sama terkait SPK dengan lebih banyak Kementerian/Lembaga," tutur Puji.

Dalam forum, Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Noor Sidharta berharap melalui Forum Sestama ini, BSN sebagai LPNK yang bertanggung jawab terhadap SPK bersama KAN mendukung upaya pemerintah dalam program-program melalui penerapan SPK tersebut. Karena misi dari penerapan standar yang berlaku secara internasional seperti ISO, IEC dapat memberikan kemudahan dalam berusaha sekaligus sebagai antisipasi perubahan-perubahan yang demikian cepat bagi para UMKM agar bisa bertahan dalam melanjutkan usahanya juga menembus pasar-pasar ekspor.

Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Donny Purnomo dalam forum menyampaikan tentang Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian: Perannya dalam Peningkatan Kualitas Hidup dan Produktivitas.

“Tujuannya untuk menjamin imparsialitas, kehandalan, juga integritas, maka BSN melakukan akreditasi kepada para pihak ketiga tersebut,” jelas Donny.

Menurut Donny, Badan Akreditasi memberikan jaminan terhadap kompetensi, imparsialitas dan independensi bagi para lembaga sertifikasi. “Lembaga sertifikasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) diakui oleh antar badan akreditasi di tingkat global,” ujar Donny. Saat ini KAN mengoperasikan 30 skema untuk berbagai kepentingan, mulai dari lingkup Laboratorium Penguji – SNI ISO/IEC 17025; Hutan Lestari – SNI ISO/IEC 17065, hingga yang saat ini sedang dalam proses pengembangan berkaitan dengan minyak sawit (ISPO) dan produk hasil agrikultur (Indo GAP).

Kontribusi di bidang SPK banyak dilakukan di lingkungan berbagai Kementerian/Lembaga, salah satunya adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang meningkatkan jumlah SNI berbasis hasil-hasil kerekayasaan BPPT dalam konteks mendukung pemanfaatan inovasi dan layanan teknologi BPPT maupun pengembangan dan penyelarasan regulasi teknis terkait.

Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh. Nurjaman saat menyampaikan presentasi berjudul Pelaksanaan Standar dan Penilaian Kesesuaian di BPPT. “Peran BBPT akan selalu meningkatkan SPK secara berkesinambungan yang akan selalu memenuhi sistem SNI; kemudian meningkatkan SNI hasil perekayasaan, audit teknologi, intermediasi teknologi, alih teknologi, sampai hilirisasi teknologi oleh BPPT,” ujar Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh. Nurjaman.

Di akhir acara, Sekretaris Utama BSN, Puji Winarni berpesan, “SPK semakin dikenal melalui banyak hal yang telah BSN lakukan, demi keberlanjutan industri maupun perdagangan. Masker, ventilator, APD, yang relevan dengan kondisi hari ini perlu dukungan standar.” Kemudian, Puji mengajak audiens untuk sama-sama meningkatkan mutu layanan, produk, juga pendapat dan pandangan bahwa penerapan standar adalah sesuatu yang mendukung kita semua di berbagai aspek kehidupan. (PjA – Humas).