Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Usaha Rendang yang terapkan SNI

  • Kamis, 10 September 2020
  • Humas BSN
  • 184 kali

Bermula dari bisnis rumah makan Padang, Restu Mande terus mengembangkan usahanya di bidang masakan Padang dalam kemasan. Varian produknya makin tahun makin bertambah.

Saat ini, sudah 25 produk kemasan baik rendang (daging) maupun bumbu rendang produksi CV. Restu Mande. Pemasarannya pun sudah tembus ke ritel dan juga ada permintaan dari luar negeri. Penerapan standardisasi diakui sang pemilik turut andil besar dalam mendukung keberterimaan produknya di pasar.

Skala usahanya memang masih rumahan. Tapi siapa sangka, produknya telah mengantongi berbagai perijinan dan sertifikasi seperti ijin usaha, amdal, halal, sertifikasi SNI ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu, dan SNI ISO HACCP.

Usaha yang dirintis 9 tahun lalu itu, sepertinya tak sia-sia. Di tengah situasi pandemi dan beberapa perusahaan melakukan PHK karyawannya, Restu Mande mampu mempertahankan usaha dan pegawainya. Bahkan, permintaan produk masakan Padang kemasan produksinya, meningkat kembali seiring masyarakat yang cenderung tinggal di rumah dan membutuhkan bahan makanan kemasan.

Amril dan Nenden Rospiani adalah suami istri yang merintis usaha ini. Lokasi pabriknya di daerah Cileunyi, Bandung Jawa Barat. Namun, outletnya ada di Jalan Katamso. No. 71 Bandung. Dalam menjalankan usaha, keduanya berbagi tugas. Amril fokus pada pengembangan produk, Nenden fokus pada pemasarannya.

Usahanya itu sendiri bermula dari rumah makan Padang yang didirikannya pada tahun 2004. Nama Restu Mande yang artinya Restu Ibu itu, diambil dari nama rumah makan padang miliknya. 

Pada Januari 2011, Amril dan Nenden mencoba mengembangkan usaha dengan memproduksi masakan Padang siap saji yang dikemas dan halal. Ide ini muncul karena adanya permintaan terhadap masakan Padang oleh konsumen yang bisa dibawa terutama pada hari raya, untuk perjalanan jauh dan bahkan untuk bekal haji.

Amril dan Nenden mengerjakan itu di garasi rumahnya. “Garasi kami sulap jadi tempat masak. Saat itu, rumah dan usaha menyatu. Pekerjanya pun hanya 2 orang,”tutur Amril.

Jualannya kala itu juga menumpang di rumah makan Padang miliknya di Jalan Katamso, Bandung. “Kami kesulitan memasarkan produk yang memang belum dikenal masyarakat. Pernah mencoba masuk ke retail, tapi tidak berhasil,”tambah Nenden.

Tak putus asa, awal 2014, Restu Mande malah berinovasi menciptakan berbagai macam masakan padang dalam kemasan,mulai bumbu Padang instan, aneka masakan balado, dan aneka variasi rendang lainnya.

Tahun 2016, Restu Mande melengkapi perijinan dengan berbagai sertifikasi seperti SNI ISO, GMP, dan HACCP. “SNI ISO Sistem Manajemen Mutu kami dapatkan tahun 2016. Menyusul kemudian ISO ISO HACCP. Dengan sertifikasi ini, pembeli makin percaya terhadap produk kami,”ujar Nenden. Bahkan sekarang ini, sedang berproses pengajuan SNI Produk untuk Rendang dengan pembinaan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Nenden melakukan berbagai strategi marketing dari penjualan langsung ke konsumen, ke retail, marketplace, hingga membentuk re-seller di seluruh Indonesia. Pasar terkuatnya di Bandung dan Jakarta. “Saat ini kami juga memenuhi permintaan bumbu dari luar negeri seperti Australia, Filipina, negara-negara Asia Pasific. Mereka pemilik supermarket di sana dan bumbu Restu Mande masuk dalam supermarket tersebut,”tambahnya.

Selain itu, Restu Mande juga aktif mengikuti pameran seperti Malaysia International Halal Showcase, Trade Expo Indonesia (TEI), Selangor International Business Summit, Gulfood Manufacturing Expo - Dubai, serta Tongtong Festival – Belanda. “Pengalaman kami, pembeli dari luar negeri banyak yang menuntut sertifikasi,”jelasnya.

Berkat usaha kerasnya itu, kini, usahanya tak di garasi lagi. Rumah dan usaha sudah lama dipisah. Karyawannya total 30 orang, 17 orang diantaranya yang mengerjakan produk kemasan. “13 orang mengerjakan rumah makan padang Restu Mande yang berlokasi di Jalan Katamso dan Jalan Lembang Bandung,”jelasnya lagi. Sebagian besar karyawannya di divisi produk kemasan adalah tetangga lingkungan sekitar.

Produksinya juga meningkat rata-rata per hari minimal bisa menghasilkan 30 kilogram rendang siap saji dan 10 kilogram bumbu. “Jumlah produksi tidak konstan mengikuti jumlah permintaan. Kalau permintaan besar, kadang Sabtu Minggu ada kegiatan produksi,” kata Amril.

Melihat pesatnya usaha itu, Amril berencana memindahkan usaha ke dalam skala yang lebih besar dengan kapasitas pabrik.”Setiap 5 tahun kami melakukan evaluasi usaha. Tidak tertutup kemungkinan ke depan, kegiatan usaha kami pindahkan ke tempat yang lebih besar,”ujarnya.

Ya, sang pemilik CV. Restu Mande memang tak pernah berpuas diri. Meskipun, berbagai penghargaan berhasil diraihnya, semangatnya menghasilkan produk kemasan pangan yang enak dan higienis, tak pernah berhenti. Inovasinya pun berkembang terus. Beberapa penghargaan yang diraih diantaranya BII Sindo Awards 2013; UKM WOW 2015; UKM Pangan Awards 2016 kategori Makanan Siap Saji untuk produk Rendang Sapi Original; UKM Pangan Awards 2017 kategori Makanan Siap Saji untuk produk Dendeng Balado dan lain-lain.(DNW)

 

Link: http://www.thequality.co.id/index.php/home/post/1105/usaha-rendang-yang-terapkan-sni