Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Jamin Ketertelusuran Pengukuran di Indonesia  

  • Jumat, 28 Agustus 2020
  • Humas BSN
  • 527 kali

 

Indonesia patut berbangga hati. Di masa pandemi ini, anak bangsa berlomba-lomba membuat ventilator darurat. Bahkan, yang mengembangkan ventilator bukan hanya dari pabrik alat kesehatan, melainkan juga dari universitas, industri otomotif, industri senjata, kementerian, LSM, peneliti, sampai industri rokok. Tentu, inovasi ini harus didukung oleh para pemangku kepentingan, baik dalam pengujian produk sampai proses mendapatkan izin edar.

 

Sesuai Permenkes no.54 tahun 2015, ventilator sebagai alat kesehatan wajib dikalibrasi dan diuji. Tentu, kalibrasi dan pengujian ini harus tertelusur ke Sistem Internasional Satuan (SI). Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Kedeputian Standar Nasional Satuan Ukuran bertanggung jawab untuk menjamin kebenaran ketertelusuran pengukuran di Indonesia.

 

“Segala kegiatan pengukuran tentang penimbangan dan pengukuran di Indonesia harus benar dan sesuai dengan standar internasional, sehingga hasil pengukuran yang dilakukan di Indonesia diakui oleh masyarakat internasional dan sejajar dengan negara-negara lain,” tegas Deputi SNSU BSN, Hastori saat memberikan Keynote Speech dalam webinar Penerapan Tanda SNI Pada Ventilator Darurat”, Kamis (27/08/2020). Webinar yang diselenggarakan oleh BSN bersama Masyarakat Metrologi Indonesia (MMI) ini disiarkan melalui aplikasi zoom dan kanal youtube BSN.

 

Dalam kesempatan ini, Direktur SNSU Mekanika, Radiasi, dan Biologi BSN, A Praba Drijakara menerangkan 2 prinsip dasar kalibrasi. Prinsip dasar kalibrasi adalah membandingkan penunjukan alat ukur dan acuan, serta mengoreksi penunjukan alat ukur. Dari situ, terlihat seberapa besar kesalahan penunjukan alat ukur untuk dijadikan acuan apakah alat yang digunakan masih layak pakai atau tidak.

 

Praba menerangkan, ketertelusuran pengukuran merupakan sifat suatu hasil pengukuran yang dapat dibandingkan terhadap suatu standar, melalui rantai perbandingan yang tidak terputus. Bila digambarkan dalam suatu piramida yang terdiri atas beberapa bagian, maka produk akhir berada dalam piramida paling dasar. kemudian produk tersebut diuji oleh laboratorium uji. Alat yang digunakan dalam laboratorium uji pun akan diukur kemampuannya oleh laboratorium kalibrasi. Selanjutnya, standar kalibrasi yang digunakan dalam laboratorium kalibrasi dikelola oleh National Metrology Institute (NMI). “Di Indonesia, yang institusi yang bertindak sebagai NMI adalah laboratorium SNSU BSN,” jelas Praba.

 

Kemampuan pengukuran laboratorium SNSU BSN selaku NMI telah diakui oleh dunia internasional. Hal ini tercantum dalam situs web Bureau International des Poids & Mesures (BPIM). Praba pun menegaskan bahwa BSN terus berupaya menjaga ketertelusuran pengukuran di Indonesia, termasuk untuk ketertelusuran ventilator. (ald-Humas)