Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN : Kesadaran masyarakat akan standar minim, perlu gencarkan promosi role model SNI

  • Sabtu, 12 Oktober 2019
  • Humas BSN
  • 382 kali

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sangat mengapresiasi komitmen PT Maya Food Industries dalam menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan daya saing produk. Karena komitmen tersebut, PT Maya Food Industries layak menjadi role model industri penerap SNI. Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan hal tersebut di sela-sela Kunjungan Industri ke PT Maya Food Industries di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019).

 

Kepala BSN didampingi Sekretaris Utama BSN Puji Winarni dan Deputi Bidang Penerapan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah hadir dalam kunjungan industri ke PT Maya Food Industries yang diterima oleh Direktur PT Maya Food Industries, Mr. Benson Wang. Kegiatan ini merupakan program BSN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya standar, dengan mempromosikan industri penerap SNI yang memiliki cerita sukses.

“Kita lihat masyarakat masih belum menjadikan standar sebagai acuan dalam memilih dan menggunakan produk. Padahal itu adalah poin pentingnya, bagaimana kita mengedepankan standar, bukan melulu harga yang murah,” kata Bambang.

Melalui kegiatan ini, BSN juga ingin melihat langsung ke lapangan bagaimana penerapan SNI oleh industri dan mendengar langsung tentang isu-isu strategis yang dihadapi industri, berkaitan dengan SNI. “Harapannya, bisa menjadi role model atau inspirasi bagi industri lain dalam menerapkan SNI,” Bambang menambahkan.

PT Maya Food Industries merupakan produsen sarden dan makarel dalam kemasan kaleng. PT Maya Food Industries telah menerapkan SNI 8222:2016 Sarden dan makerel dalam kemasan kaleng. Dalam proses produksinya, PT Maya Food Industries juga menerapkan standar ISO 22000:2018 Food safety management systems – Requirements for any organization in the food chain; Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan ISO 9001:2015 Quality management systems – Requirements.
Selain itu, semua produk pengalengan ikan yang diproduksi telah memenuhi persyaratan halal dari LP-POM MUI dan sertifikasi kelayakan pengolahan dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.

Berlokasi di Jl. Jlamprang, Krapyak Lor, Pekalongan, Jawa Tengah, PT. Maya Food Industries memiliki pabrik penghasil ikan kaleng seluas 23.000 meter persegi. Perusahaan pengolahan produk pengalengan ini mempekerjakan kurang lebih 1.000 karyawan.

Kapasitas produksi terpasang 750.000 karton pertahun untuk makarel dan sarden setara dengan 4.000 ton bahan baku ikan. Pangsa pasar produk ikan kaleng 70% untuk pasar domestik yaitu Pulau Jawa dan Medan. Sementara sisanya untuk pasar manca negara, seperti ke Afrika Selatan, Republik Dominika, Arab Saudi, Malaysia dan Srilangka.

PT. Maya Food Industries berkomitmen menghasilkan produk-produk bestandar halal, berkualitas dan aman dikonsumsi sesuai dengan regulasi keamanan pangan di Indonesia dan dunia internasional, demi meningkatkan kepuasan pelanggan.

“Penerapan standar yang dilakukan oleh PT Maya Food Industries patut diacungi jempol. Produksi pangan tak bisa diremehkan. Higienitas dan keamanan pangan menjadi dasar utama dalam bisnis pangan. Untuk menjamin mutu produk kita dan melindungi konsumen,” jelas Bambang.

 Berdasarkan data yang dimiliki BSN, dari aplikasi Si Bang Beni (bangbeni.bsn.go.id) terdapat 24 industri sarden dan makarel dalam kemasan kaleng yang ber-SNI di Indonesia. PT Maya Food Industries adalah satu-satunya industri sarden dan makarel dalam kemasan ber-SNI yang berada di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu berdasarkan data dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), untuk lembaga sertifikasi produk yang mampu mensertifikasi SNI 8222:2016 Sarden dan makerel ada 9 lembaga sertifikasi. “Lembaga sertifikasi ini tersebar di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali dan Jawa Barat,” kata Bambang.

Bambang berharap, dengan melihat langsung penerapan SNI di lapangan, informasi yang diperoleh akan menjadi masukkan bagi pembuatan kebijakan BSN untuk mendorong produk dalam negeri agar berdaya saing dan bisa melindungi konsumen Indonesia.



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat