Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Pentingnya SNI Sebagai Acuan dalam Metodologi Analisis Sensori

  • Kamis, 30 Mei 2024
  • Humas BSN
  • 1378 kali

Dalam pengembangan ataupun pengujian suatu produk, khususnya produk pangan, salah satu metode uji yang dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi atau analisis sensori. Analisis sensori ini merupakan seperangkat prosedur uji yang menggunakan indra manusia. Untuk memastikan hasil pengujian dapat diandalkan dan dipertanggungjawabkan, diperlukan suatu standar yang digunakan sebagai acuan dan panduan dalam melakukan analisis.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan sejumlah Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait analisis sensori dengan mengadopsi dari standar internasional ISO. SNI dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan analisis sensori, sesuai dengan masing-masing sektor dan metodologinya. Hal ini diungkapkan Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati dalam Webinar "Metodologi Analisis Sensori Berdasarkan SNI ISO" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sensori Indonesia (Asesindo) yang berkolaborasi dengan BSN secara daring pada Rabu (29/5/2024).

Menurut Nur, penerapan SNI bisa menjadi best practice yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pemastian hasil pengujian, peningkatan efisiensi, dan perbaikan kualitas maupun keamanan produk. "Melalui webinar ini diharapkan para peserta bisa menggunakan SNI sebagai panduan untuk dapat mengukur serta mengevaluasi atribut sensori, seperti aroma, rasa, tekstur, ataupun penampilan produk secara objektif," ujar Nur.

Dalam kesempatan ini, Ketua Asesindo, Wahyudi David mengatakan, analisis sensori ini memiliki peran penting untuk pengembangan, pengujian, dan perbaikan produk dan juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk pemasaran dan menciptakan produk baru. "Maka diperlukan metode yang terstandar sehingga hasil penilaiannya dapat dipertanggungjawabkan," kata Wahyudi.

Dalam webinar ini, dipaparkan berbagai materi yang mengupas tentang SNI terkait Analisis Sensori, yaitu SNI ISO 6658:2017 tentang Analisis sensori – Metodologi – Pedoman umum, dan SNI ISO 10399:2017 tentang Analisis sensori – Metodologi – Uji duo-trio yang disampaikan oleh Anggota Komite Teknis 67-07 Analisis Sensori yang juga merupakan Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bram Kusbiantoro.

Selain itu, disampaikan pula pembahasan mengenai SNI ISO 4120:2021 tentang Analisis sensori – Metodologi – Uji segitiga, dan juga SNI ISO 8588:2017 tentang Analisis sensori – Metodologi – Uji "A" – "bukan A" oleh Anggota Komite Teknis 67-07 Analisis Sensori yang berasal dari Badan Standardisasi Instrumentasi Pertanian, Dody D Handoko.

Webinar yang dimoderatori oleh Analis Standardisasi Ahli Madya BSN, Tintin Prihatiningrum ini diikuti lebih dari 850 peserta dari berbagai instansi dan latar belakang yang berkecimpung di bidang analisis sensori. Melalui webinar ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman tentang metodologi analisis sensori dan dapat diterapkan baik di industri, laboratorium uji, maupun dunia akademik.(tyo-humas)