Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Tingkatkan UHH dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Penerapan SNI

  • Selasa, 30 Januari 2024
  • Humas BSN
  • 1107 kali

Di kawasan Asia Tenggara, Umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia masih tergolong rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, UHH penduduk Indonesia mencapai 73,93 tahun pada 2023. Beberapa penyebab rendahnya angka harapan hidup di Indonesia diantaranya adalah karena infrastruktur dan layanan medis yang terbatas serta rendahnya jumlah tenaga medis yang memadai.

Dalam rangka menguatkan sinergi pelayanan kesehatan di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama dengan Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia yang kemudian berganti nama menjadi Perkumpulan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI) berupaya membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang memiliki target peningkatan UHH para lansia hingga 80 tahun.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan Fasilitias Layanan Kesehatan (Fasyankes) yang S.M.A.R.T (Selamat, berMutu, Aman, Ramah, Terjangkau). Hal tersebut disampaikan oleh Presiden PTPI, Eko Supriyanto pada acara “Indonesian Association of Hospital Engineering Appreciation and Sinergy Day 2024” pada Sabtu (27/01/2024) di Kantor BSN, Mampang, Jakarta.

Senada dengan Eko, Sekretaris Utama BSN, Donny Purnomo menyampaikan bahwa selain S.M.A.R.T, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) juga perlu didorong.

“Penerapan SNI yang berkaitan dengan alat kesehatan dan fasilitas kesehatan ini juga dapat didorong, karena sudah ratusan standar kita susun bersama-sama, tetapi penerapannya masih perlu kita dorong bersama-sama. Saya yakin ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, kita semua harus berkolaborasi dan bersinergi untuk kemajuan kita bersama,” tegas Donny.

Donny berharap PTPI bisa semakin aktif dan berkontribusi. “Kami sangat berharap, PTPI bisa memberikan masukan, semakin aktif berkontribusi atau bahkan sesuai dengan keahliannya, merumuskan standar-standar baru yang terkait dengan pelayanan kesehatan, demi mewujudkan peningkatan umur harapan hidup Indonesia. Mohon tidak lelah untuk selalu berkontribusi di dalam pengembangan SNI,” pesan Donny.

BSN bersama 39 stakeholder lainnya, terdiri dari Pemerintah, Asosiasi, Rumah Sakit, dan Industri, juga mendapatkan apresiasi atas sinergi dengan PTPI dalam perencanaan dan pengelolaan Fasyankes. Mereka juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan harapan dan pesan mereka terkait peningkatan Fasyankes.(ian – humas)

Galeri Foto: Tingkatkan UHH dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Penerapan SNI