Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Tingkatkan Partisipasi Indonesia dalam Kepemimpinan Organisasi Codex

  • Jumat, 24 November 2023
  • Humas BSN
  • 907 kali

Setelah sebelumnya Indonesia beberapa kali menduduki peran dan kepemimpinan dalam Codex yang dimulai pada tahun 1987 dan terakhir pada 2020, maka saat ini perlu adanya peningkatan partisipasi Indonesia dalam kepemimpinan di organisasi Codex.

Demikian disampaikan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad dalam Rapat Komite Nasional (Komnas) Codex Indonesia di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta pada Kamis (23/11/23).

Sebagaimana diketahui, partisipasi aktif Indonesia di Forum Codex dimulai pada tahun 1987 dengan Bapak Teknologi Pangan Indonesia, F.G Winarno menduduki Vice Chair dan Chair Codex; pada tahun 2017 hingga tahun 2020 Institut Pertanian Bogor (IPB), Purwiyatno Hariyadi menjabat sebagai Vice Chair Codex; dan beberapa kegiatan forum internasional, Indonesia sebagai Cohost Sidang Codex.

“Dengan adanya kepemimpinan Indonesia dalam Codex tentunya dapat memperjuangkan posisi Indonesia yang berkaitan dengan penyusunan standar internasional pangan di forum Codex Alimentarius Commission (CAC), terutama dalam kaitannya dengan keamanan pangan dan perdagangan pangan yang adil,” ujar Kukuh.

Hal ini sejalan dengan Rapat Komite Nasional Codex ke-2 (Juli 2023) yang menyepakati bahwa perlunya kolaborasi anggota Komite Nasional Codex dan inisiasi pembahasan untuk mempersiapkan kandidat yang akan menduduki kepemimpinan di forum Codex kedepannya.

Tidak hanya itu, rencananya, Indonesia juga akan ambil bagian dalam Pemilihan Wakil Geografis. Berdasarkan Procedural Manual Codex, Rule V terkait dengan Executive Committee, Executive Committee terdiri dari Chairperson dan Vice Chairperson dan Koordinator yang ditunjuk berdasarkan Rule IV bersama dengan 7 Anggota yang dipilih oleh Komisi, masing-masing mewakili lokasi geografis Africa, Asia, Europe, Latin America and the Caribbean, Near East, North America, South-West Pacific.
Adapun, pada saat CCASIA Colloquim (15-16 November 2023), China selaku Koordinator Regional Asia menyampaikan informasi bahwa India akan mengajukan diri dalam pemilihan wakil geografis untuk Asia. Kendati demikian, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk ikut ambil bagian dalam posisi penting sebagai wakil geografis untuk Asia.

Senada dengan Kukuh, Plt. Kepala BPOM, L. Rizka Andalucia mengatakan pihaknya mendorong partisipasi aktif Indonesia pada forum organisasi internasional. “Karena jika tidak, Indonesia hanya menjadi follower saja. Sama halnya di Kementerian Kesehatan, kita menempatkan Indonesia pada posisi tinggi di organisasi internasional seperti WHO yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri. Hal ini dilakukan agar keterwakilan Indonesia di organisasi internasional itu lebih eksis. Bukan hanya sebagai anggota tetapi juga menduduki jabatan penting yang menentukan kebijakan,” tutur Rizka.

Selain peningkatan partisipasi Indonesia dalam kepemimpinan Codex, agenda lain yang dibahas dalam rapat adalah terkait posisi Indonesia untuk Draft MRLs for zilpaterol hydrochloride in cattle liver, kidney and muscle; peningkatan partisipasi Indonesia dalam perumusan standar Codex; serta isu keamanan dan mutu pangan yakni Ethylene oxide (EtO) and 2-chloroethanol (2-CE).

Selanjutnya, rapat Komnas Codex Indonesia pada bulan Februari 2024 diselenggarakan di Kementerian Luar Negeri. (nda-humas)