Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Laboratorium Perlu Update Terhadap Isu Lingkungan

  • Kamis, 21 September 2023
  • Humas BSN
  • 612 kali

Agar dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, laboratorium perlu mengikuti perkembangan yang tengah terjadi di dunia. Untuk itu, personel laboratorium maupun asesor harus terus memperbaharui pengetahuan terkait isu-isu terkini, terutama yang terkait dengan kebijakan, titik kritis, dan hal-hal yang perlu dipenuhi.

Dalam rangka updating wawasan mengenai laboratorium pengujian dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Komite Akreditasi Nasional (KAN), khususnya terkait Laboratorium Penguji Parameter Kualitas Lingkungan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN), bekerja sama dengan IDEXX Laboratory, Singapura, dan Thermalindo, menyelenggarakan seminar dan knowledge sharing dengan tema “Menyimak Isu-isu Terkini Kebijakan dan Titik Kritis  Pemenuhan Pengujian Laboratorium Penguji Parameter Kualitas Lingkungan” pada Rabu (20/9/2023) di Menara Peninsula, Jakarta.

Mewakili Deputi Bidang Akreditasi BSN dalam pembukaan acara, Direktur Akreditasi Sistem dan Harmonisasi BSN, Sugeng Raharjo mengatakan bahwa isu lingkungan menjadi sangat penting di tengah-tengah terjadinya perubahan iklim dan pencemaran-pencemaran. Persoalan lingkungan telah menjadi isu di tingkat nasional maupun global.

“Tanggal 26 September 2023 ini, akan segera diluncurkan bursa karbon Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk bisa mereduksi emisi nasional sehingga target emisi nasional dapat tercapai dan benefit dari aksi-aksi mitigasi lingkungan dapat di monetisasi dalam bursa karbon,” ungkap Sugeng.

Menurut Sugeng, isu lingkungan merupakan isu strategis bagi KAN, karena masyarakat memerlukan laboratorium yang kompeten dan profesional untuk memberikan hasil uji yang baik, sehingga data-data pengujian dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan perencanaan lingkungan.

“Isu lingkungan juga banyak digunakan dalam persidangan. Untuk pengambilan keputusan, diperlukan hasil uji yang valid melalui laboratorium yang kompeten. Dengan terakreditasi SNI ISO 17025, laboratorium dapat membuat hasil pengujian yang baik,” ungkapnya.

“Laboratorium harus terus mengikuti perkembangan teknologi agar bisa memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan,” tambah Sugeng.

Sugeng melaporkan, hingga kini, KAN telah mengakreditasi lebih dari 1600 laboratorium penguji. Sejumlah 300 laboratorium di antaranya memiliki parameter pengujian lingkungan dan 198 laboratorium di antaranya teregistrasi oleh KLHK untuk menjadi laboratorium lingkungan.

“Meski sudah cukup banyak, saya meyakini jumlah ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengujian lingkungan di Indonesia,” katanya. Sugeng berharap laboratorium akan terus bertumbuh, untuk dapat memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan di sektor lingkungan.

Diskusi Panel pertama membahas pemenuhan pengujian parameter kualitas lingkungan sesuai dengan Permen LHK Nomor 23 Tahun 2020 tentang registrasi laboratorium lingkungan, Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Perubahan Permenkes Nomor 32 Tahun 2017, dan SNI ISO/IEC 17025:2017. Narasumber pemateri diantaranya, Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Sugeng Raharjo; Kepala Pusat Fasilitasi Penerapan Standar Instrumen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Yeri Permatasari; Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Anas Ma’ruf; dan Ms. Wong Wan Teng dari IDEXX Laboratory, Singapura.

Pada Diskusi Panel kedua, forum membahas titik kritis pemenuhan pengujian parameter kualitas lingkungan pada akreditasi laboratorium pengujian SNI ISO/IEC 17025:2017, registrasi laboratorium lingkungan, serta membahas updating peralatan pengujian kualitas lingkungan mikrobiologi air. Pemateri diantaranya, Direktur Akreditasi Laboratorium BSN, Agustinus Praba Drijarkara; Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Widhi Handoyo; serta Ms. Wong Wan Teng dari IDEXX Laboratory, Singapura.

Seminar dan knowledge sharing ini dihadiri oleh 120 peserta yakni personel laboratorium dan asesor laboratorium pengujian dari berbagai daerah di Indonesia. (Put)

Galeri Foto: Laboratorium Perlu Update Terhadap Isu Lingkungan