Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Dukung GenPro Menciptakan UMKM Tangguh dan Berdaya Saing

  • Jumat, 26 Mei 2023
  • 584 kali

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat terbatas atau sekitar 3,18% dari jumlah penduduk. Angka itu jauh tertinggal dari negara ASEAN yaitu Singapura 8,76%, Thailand 4,26% dan Malaysia 4,74%. Padahal Indonesia memiliki sumber daya yang potensial sehingga Indonesia diprediksi menjadi 4 besar negara maju pada 2045 mendatang.

Prasyarat untuk menjadi negara maju, salah satunya menambah jumlah pengusaha. Indonesia harus memiliki rasio entrepreneur, pengusaha, maupun wirausaha minimal sebesar 4 persen dari total populasi penduduk. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan ekosistem ekonomi dan kebijakan pemerintah yang kondusif bagi pelaku usaha.

Lebih dari 95% pelaku usaha merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK). UMK memerlukan dukungan pemerintah salah satunya melalui kemudahan pendirian usaha serta kemudahan akses pemodalan dari sektor perbankan. Global Entrepreneurs Profesional (GenPro) yang mewadahi lebih dari 2 ribu UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, secara rutin menyelenggarakan berbagai sosialisasi, pelatihan, serta mentoring bagi UMKM agar dapat meningkatkan daya saingnya.

Bekerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), GenPro menyelenggarakan kegiatan Intensive Business Class : Ekosistem Halal dan Standardisasi Produk pada Rabu (24/05/2023) lalu di Jakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal GenPro Indonesia Dr. Widiantoro dan Regional CEO Region 4 Jakarta 1 BSI Deden Durachman, serta menghadirkan narasumber Analis Standardisasi Ahli Madya BSN Tintin Prihatiningrum.

Widiantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi ini untuk mendorong UMKM agar memperoleh kemudahan dalam mengakses pemodalan serta meningkatkan kualitas usahanya.

Tintin dalam kesempatan ini memaparkan materi tentang peningkatan mutu produk melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Untuk menjawab salah satu tantangan UMKM dalam sistem manajemen, dapat dijawab melalui penerapan SNI terkait Sistem, namun jika ingin produknya level up dalam kualitas dan jaminan keamanan, maka dapat menerapkan SNI sesuai produknya,” terang Titin.

UMKM yang ingin mencari SNI yang sesuai dengan produk dan kebutuhannya dapat membaca langsung secara gratis di https://akses-sni.bsn.go.id/. Harapannya, UMKM dalam komunitas GenPro dapat menggunakan kesempatan ini, karena menerapkan SNI itu Mudah dan Menguntungkan.. (OF-PPSPK/ed:ria-humas)