Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Indonesia menyampaikan laporan di salah satu rangkaian Sidang IEC GM ke-86 tahun 2022 di San Francisco, Amerika Serikat.

  • Selasa, 08 November 2022
  • Humas BSN
  • 966 kali

International Electrotechnica Commission (IEC) yang merupakan organisasi standar tertua di dunia di bidang elektronika dan kelistrikan menyelenggarakan rangkaian Sidang IEC General Meeting (GM) Ke-86 di San Fransisco, Amerika Serikat pada tanggal 31 Oktober – 4 November 2022.

Pada “hajatan” yang ke-6 kalinya bagi Amerika Serikat Serikat sebagai tuan rumah ini, dihadiri oleh Delegasi Republik Indonesia (Delri) yang dipimpin oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Drs. Kukuh S. Achmad yang juga merupakan Ketua Komnas IEC Indonesia dengan didampingi oleh Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Elektroteknika, Energi, Transportasi, dan Teknologi Informasi (MEETTI) BSN, Y. Kristianto Widiwardono yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Pengelola Pengembangan Standar dan Strategi Pasar (PPS&SP), dan juga ikut mendampingi Analis Standardisasi Bidang Elektroteknika BSN selaku Sekeratriat Komnas IEC Indonesia, Fery Kurniawan serta 2 peserta dari PT. PLN yang ikut sebagai IEC YP 2022.

Pada hari pertama rangkaian sidang tersebut, Senin (31/10/2022), Delri yang dipimpin oleh Kepala BSN selaku Ketua Komnas IEC, Kukuh S. Achmad didampingi Personil dari Direktorat MEETTI-BSN selaku Sekretariat Komnas IEC, Fery Kurniawan menghadiri Sidang Conformity Assessment Board (CAB) yang dipimpin oleh Ketua CAB, Shawn Paulsen, didampingi oleh David Hanlon sebagai Sekretaris.

Sidang dihadiri oleh anggota CAB (France, Mexico, Brazil, United States of America, Australia, Germany, Japan, Netherlands, Russian Federation, Norway, Canada, United Kingdom, Finland, Korea, Republic of China), serta perwakilan dari lembaga regional dan internasional (ILAC-IAF, WTO, IRENA, ASEAN, GCC/GSO).

CAB mewakili komunitas IEC untuk bidang penilaian kesesuaian. CAB mengambil keputusan untuk bidang penilaian kesesuaian dan merekomendasikannya kepada Council Board (CB). Sidang CAB merupakan sidang manajemen yang membahas mengenai perkembangan kegiatan penilaian kesesuaian. CAB bertanggung jawab dalam merumuskan kebijakan IEC di bidang penilaian kesesuaian, mempromosikan dan menjalin kerjasama dengan organisasi internasional terkait penilaian kesesuaian, menciptakan, memodifikasi dan membatalkan sistem penilaian kesesuaian, memonitor pelaksanaan kegiatan penilaian kesesuaian dan menguji relevansi kegiatan sistem penilaian kesesuaian secara umum.

IEC Secretary General, Philippe Metzger dalam pertemuan CAB tersebut, sempat menyampaikan sambutannya dihadapan delegasi IEC mengenai kesuksesan acara International Standards Summit (ISS) G20 di Bali - Indonesia beberapa waktu lalu yang juga dihadiri oleh petinggi-petinggi organisasi standar internasional lainnya seperti ISO dan ITU termasuk petinggi-petinggi BSN yang merupakan tuan rumah ISS-G20 saat itu.

Di waktu yang bersamaan, Delri yang dipimpin oleh Direktur Pengembangan Standar MEETTI BSN selaku Ketua Sekretariat Komnas IEC, Y. Kristianto Widiwardono menghadiri Sidang Standard Management Board (SMB) dan Conformity Assessment Board (CAB). Adapun Sidang SMB yang dipimpin oleh Vice-President IEC (SMB), Ralph Sporer, merupakan sidang manajemen yang ke 175.

Sidang membahas mengenai pembentukan dan pembubaran TC (komite teknis) dan SC (subkomite); menyetujui ruang lingkup TC/SC; menunjuk Ketua TC / SC dan alokasi sekretariat; alokasi perumusan standar, ketepatan waktu produksi standar; persetujuan dan pemeliharaan pedoman; meninjau kebutuhan dan merencanakan kegiatan IEC untuk bidang teknologi baru; dan pemeliharaan Liaison dengan organisasi internasional lainnya.

Susunannya terdiri dari: Ketua, yaitu Vice-President IEC; 15 anggota yang dipilih oleh Council dan alternates yang dipilih oleh NC; dan Sekjen IEC.

Agenda yang dibahas meliputi pemberian Thomas A. Edison Awards untuk TC/SC officer yang aktif sebagai penghargaan atas partisipasinya yang luar biasa (5 tahun terakhir), atas layanan dan kontribusinya yang signifikan melalui manajemen yang efektif dalam koite mereka, serta agenda tentang update dan perkembangan kegiatan/program, strategi dan kebijakan dalam pengembangan standar di TC/SC IEC.

Beberapa isu penting yang dibahas dalam SMB:

  • Copyrights IEC terhadap standar IEC, di mana IEC sedang bergerak menuju SMART standards yang penggunaannya dapat mempengaruhi mekanisme lisensi IPR terhadap standar IEC.
  • Pemanfaatan Global Relevance Tools untuk membantu TC/SC dalam pengembangan standar IEC
  • Data mengenai Carbon Footprint of Products dalam sektor elektroteknika.
  • Reverse Engineering of Life, dengan data yang sangat besar memerlukan perangkat dan dukungan system elektronik yang mumpuni.

Pada hari kedua tanggal 1 November 2022, Delri juga hadir di Pertemuannya ke-9 IEC-Asia Pasific Cooperation Forum (APCF) yang merupakan forum tukar menukar informasi dan diskusi terkait implementasi dan rencana kegiatan/program standardisasi di kawasan Asia Pasifik, termasuk capacity building dan tren perkembangan teknologi dan standar, serta konsolidasi posisi negara-negara Asia Pasifik dalam isu strategis di IEC. Dalam pertemuan kali ini, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala BSN, Kukuh S. Achmad yang didampingi oleh Direktur PS MEETTI-BSN, Y. Kristianto Widiwardono dan Sekretariat Komnas IEC, Fery Kurniawan.

Pembahasan APCF mencakup review kegiatan sebelumnya dan akan datang tentang bagaimana meningkatkan peran untuk mendukung tujuan dari IEC di negara-negara kawasan Asia-Pasifik. Semua anggota diundang untuk memberikan masukan.

Pertemuan diawali dengan pembukaan dari Ketua APCF, Tony Zertuche dan dilanjutkan dengan pembahasan agenda sebagai berikut:

  1. Update tentang IEC Forum/NC Secretary Forum dan workshop.
  2. Update tentang Council Board Task Force on Diversity
  3. Update tentang SMB ad hoc group 82 on TC/SC leadership and regional balance
  4. Update tentang WG1 laporan tentang Regional Balance – CB Decision
  5. Update tentang SMB ad hoc group 84 on Sustainable Development Goals
  6. Update tentang Data Sharing and Use work in ISO/IEC JTC 1 and Australia
  7. Informasi JISC/IEC/APCF seminar yang akan datang.
  8. Pertemuan selanjutnya.

Dalam forum APCF tersebut, peserta rapat menyetujui untuk mendukung anggota yang ikut di pemilihan Chair SMB yaitu India, kemudian di keanggotaan CAB, APCF mendukung salah satu anggota yaitu Meksiko.

METI-Jepang menyampaikan rencana seminar kedepan dan telah diinformasikan melalui presentasinya. METI mengundang peserta forum APCF tersebut untuk mendaftar dan mengikuti Seminar yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 di Singapura dengan topik “Carbon Footprint“, adapun informasi lebih detail dengan seminar tersebut akan diinformasikan lebih lanjut ke email masing-masing anggota APCF.

Indonesia selaku Sekretaris PASC juga melaporkan perkembangan mengenai persiapan Pertemuan PASC pada bulan Mei 2023 di mana Pertemuan APCF menjadi salah satu agendanya. (Fery)

 

 Galeri Foto: Delri Mengikuti Sidang IEC GM Ke-86 Tahun 2022