Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kembangkan Standardisasi, BSN Perkuat Sinergi dengan Mastan

  • Jumat, 24 Juli 2020
  • Humas BSN
  • 403 kali

 

Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) harus dapat dipahami oleh masyarakat luas. Badan Standardisasi Nasional (BSN) kerap kali mengadakan seminar terkait SPK di berbagai daerah. Tentu, BSN perlu menggandeng stakeholder dalam meningkatkan kompetensi dan awareness SDM SPK. Untuk itu, BSN kerap kali bersinergi dengan Masyarakat Standardisasi Nasional (Mastan) untuk meningkatkan efektifitas diseminasi SPK.

 

“Bagi kami, Mastan adalah aset yang harus dijaga,” tutur Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad saat menerima audiensi dari Ketua Umum Masyarakat Standardisasi Indonesia (Mastan), Supandi di kantor BSN pada Jumat (24/07/20). Turut hadir dalam audiensi ini, Direktur Penguatan Penerapan Standardisasi dan Penilaiaan Kesesuaian BSN, Heru Suseno, Sekretaris Jenderal Mastan, Budi Rahardjo dan Tim 5 Mastan, N.A Putra.

 

Supandi menuturkan, Mastan siap pro aktif  dalam mengembangkan standardisasi. Keanggotaan Mastan pun sudah tersebar luas di seluruh Indonesia. “Salah satu Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mastan yang aktif adalah DPW Jawa Timur,”ujar Supandi. Sependapat, Heru Suseno menuturkan bahwa dalam beberapa kesempatan, BSN melalui Kantor Layanan Teknis berkolaborasi dengan Mastan dalam mendiseminasikan SPK. Ia pun berharap sinergi dengan Mastan dapat dipererat. “Saya harap, kami memiliki informasi peta kekompetensi Mastan untuk mempermudah sinergi,” tuturnya.

 

Sekretaris Jenderal Mastan, Budi Rahardjo menyampaikan bahwa mastan selalu haus akan informasi terkini terkait standardisasi. Ia pun mengapresiasi BSN yang secara rutin mengirimkan majalah SNI Valuasi dalam bentuk digital. “Kami menyebarluaskan e-magazine SNI Valuasi kepada anggota Mastan,” ujar Budi.

 

Dalam kesempatan ini, Kukuh pun berharap anggota Mastan dapat pro-aktif dalam mengembangkan SPK. “Pembentukan organisasi nirlaba ada banyak. Namun satu-satunya organisasi masyarakat standardisasi hanya Mastan. Mastan harus bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mendorong dan mengembangkan standardisasi,” harap Kukuh. (ald-Humas)