Infografis Profil Renja BSN 2017    Anugerah Jurnalistik BSN 2017    Berikan Suara Anda terhadap Jajak Pendapat RSNI3 untuk 11 Produk Perikanan (Komite Teknis 65-05)    Jadwal Pelatihan Standardisasi 2017    PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2016    HASIL SELEKSI ADMINISTRASISELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DEPUTI BIDANG PENELITIAN DAN KERJASAMA STANDARDISASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL    SOSIALISASI PENERIMAAN USULAN PNPS 2017    SELEKSI JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA BADAN STANDARDISASI NASIONAL    Mulai 10 Oktober Layanan Informasi Terpadu BSN menerima Pemesanan SNI dalam format elektronik File    ISO WEEK 2016, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT): Tonggak dimulainya implementasi the ISO Strategy 2016 - 2020    Program Uji Profisiensi oleh PT Provider di luar Indonesia    Download Materi "World Accreditation Day 2016"    Program Uji Profisiensi tahun 2016 untuk Laboratorium Medik   

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

STANDAR NASIONAL INDONESIA

KOMITE TEKNIS

REGULASI TEKNIS

LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN

AKUNTABILITAS KINERJA

REFORMASI BIROKRASI

ARSIP

SEMARAK IQE 2016. Mengenal para pendukung pameran

Memasuki era globalisasi perdagangan, standardisasi dapat digunakan sebagai salah satu alat kebijakan pemerintah dalam menata struktur ekonomi secara lebih baik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Untuk menunjang tercapainya tujuan strategis, yang antara lain adalah peningkatan ekspor produk Indonesia, peningkatan daya saing produk Indonesia terhadap produk impor, peningkatan efisiensi nasional dan menunjang program keterkaitan sektor ekonomi dengan berbagai sektor lainnya, maka penerapan standar oleh industri menjadi sangat penting.

 

Oleh sebab itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk membina dan mengembangkan standardisasi di Indonesia, terus mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sistem penilaian kesesuaian yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan sehingga tercipta produk nasional yang berdaya saing, mendunia dan sekaligus membanggakan.

 

Dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak agar standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Para pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya untuk menerapkan SNI secara sukarela dengan memasukkan SNI sebagai strategi bisnis mereka. Konsumen Indonesia diharapkan memiliki wawasan yang luas akan masalah keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup sehingga mereka bisa menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk yang berkualitas dan aman. Sementara itu, pemerintah dan ahli (baik dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan pengembangan non perguruan tinggi) diharapkan dapat ikutserta mengembangkan dan menyediakan fasilitas untuk penerapan SNI.

 

Dengan produk nasional yang membanggakan dan ber-SNI, Indonesia seharusnya semakin optimis memasuki pasar global yang penuh dengan persaingan yang semakin ketat ini. Para pemangku kepentingan perlu bersatu padu membangun kesadaran akan standar, memberikan perhatian pada Usaha Mikro dan Kecil (UMK), serta bertukar informasi tentang perkembangan standardisasi baik di tanah air maupun di internasional.

 

Indonesia Quality Expo 2016 menjadi wahana bagi para pemangku kepentingan untuk mewujudkan hal tersebut. Melalui pameran yang diikuti oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), Komite Akreditasi Nasional (KAN), lembaga penilaian kesesuaian (lembaga sertifikasi, laboratorium baik uji maupun kalibrasi), pelaku usaha, pemerintah, dan perguruan tinggi, diharapkan akan terwujud satu komitmen untuk menciptakan/menghasilkan produk yang ber-SNI, berdaya saing, dan akhirnya mendunia.

 




Sumber :


Tinggalkan Komentar Anda

Nama

: *

Email

: *

Website

:

Komentar

:

Code Security

: