Umum

Temu Pelanggan Pelatihan Standardisasi 2015

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]-->

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]>

Untuk kali kedua BSN, melalui pusat pendidikan dan pemasyarakatan standardisasi, menyelenggarakan temu pelanggan pelatihan standardisasi (27/11). Tujuan utama temu pelanggan adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi sangat penting bagi organisasi yang mengklaim sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu, apalagi sudah disertifikasi. BSN ingin mendapat feedback (umpan balik) dan masukan dari pelatihan terutama dari pimpinan organisasi sebagai pengguna peserta pelatihan, apakah pelatihan BSN dapat meningkatkan kinerja pegawai dan organisasinya.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi, Dewi Odjar, dalam sambutannya. Pertemuan ini sangat bermanfaat bukan hanya bagi BSN, tapi juga apresiasi, bekal tambahan. Untuk itu, hari ini akan ada 4 (empat) pakar bidang standardisasi penilaian kesesuaian yang akan berbagi ilmu. Forum ini selain untuk meningkatkan wawasan menjadi sarana untuk mendapatkan informasi terkini tentang perubahan-perubahan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian yang begitu dinamis, ungkap Dewi Odjar.


Pakar yang dihadirkan diantaranya, Abdu Chamdan Juaffie – PT. Anugrah Analisis Sempurna (PT AAS) Pelaksanaan program pelatihan standardisasi di PT AAS yang merupakan pelanggan loyal pelatihan standardisasi. Pelatihan standardisasi, menurut Abdu, mampu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi PT AAS. Pelatihan dari BSN menjadi salah satu bekal berharga PT AAS untuk mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional, yang merupakan prasyarat untuk bersaing dalam bisnis pengujian di Indonesia.

Manfaat yang dirasakan oleh PT AAS, diantaranya, Peningkatan jumlah personel yang kompeten, Peningkatan kompetensi personel yang diakui, Peningkatan jumlah uji profisiensi yang lolos, Peningkatan jumlah ketidaksesuaian audit internal, Peningkatan efektifitas program kaji ulang dokumen, Peningkatan jumlah keluhan yang dilaporkan dan ditindaklanjuti, tutup Abdu. Pelatihan di BSN adalah pilihan tepat bagi PT AAS dimana pilihan tersebut sudah diambil melalui siklus PDCA tutup Abdu.

Suprapto peneliti madya, mantan sekjen KAN dan Deputi Bidang Penerapan dan Sistem Akreditasi BSN. Suprapto memberikan bekal “Peran Top manajemen dalam membangun kompetensi standardisasi organisasi”. Menurut Suprapto kompetensi organisasi di bidang standardisasi menjadi sangat penting untuk bersaing saat ini. Kompetensi organisasi juga sangat mendukung dalam keberhasilan penerapan Standar Sistem Manajemen, diantaranya Sistem Manajemen Mutu (SMM). Selain itu, syarat yang paling penting keberhasilan SMM adalah komitmen manajemen yang direalisasikan dalam bentuk menjamin efektivitas sistem manajemen, Menerapkan kebijakan mutu dan sasaran mutu sesuai dengan arah strategi organisasi, Memfasilitasi seluruh pegawai untuk berkontribusi pada efektivitas sistem manajemen yang ditetapkan dan sebagainya. Intinya menurut Suprapto,bangun sinergi dalam organisasi untuk mencapai visi dan misi organisasi, hargai setiap upaya dari setiap personel di organisasi. Jika diketahui pada personel terdapat kekurangan dalam hal kompetensi, Top Manajemen bertanggung jawab untuk meningkatkannya.

Riza Deliansyah dari PT Astra International, Tbk. Peran Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dalam meningkatkan kinerja organisasi. Standar sangat penting bagi ASTRA, contoh sederhananya dalam produk mobil, setiap komponen mobil yang kalau “dipretelin” akan ada lebih dari 2000 komponen yang dibuat oleh pabrik, UKM, yang berbeda, bagaimana semua komponen itu bisa menjadi satu mobil. Masalah tidak hanya sampai disitu, mobil ini diproduksi bukan hanya satu, dua unit, tapi ribuan. Dan berkembang lagi masalahnya bagaimana agar dalam produksi mobil, pabriknya selalu menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan, tidak merusak lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya. That is all about standards, ujar Riza.


Itu baru di level lini produksi, Astra sendiri memiliki 190 anak perusahaan dengan jumlah karyawan menjadi setengah juta, nah bayangkan jika kami tidak menerapkan standar, minimal adalah “bahasa” untuk komunikasi dalam bentuk sistem perusahaan, bisa sistem HRD-nya, sistem keuangannya, sistem manajemennya dan lain sebagainya, lanjut Riza. Awalnya ASTRA menerapkan standar sistem manajemen sendiri-sendiri, dokumennya dibuat sendiri-sendiri, auditnya sendiri-sendiri, bahkan lembaga sertifikasinya pun sendiri-sendiri. Lama-lama dirasakan sangat costly dan tidak efektif. Akhirnya diintegrasikan yang dulunya masing-masing, sekarang menjadi satu, integrated management system menjadi efektif dan efisien, ASTRA pun kinerja semakin meningkat dari tahun ke tahun tutup Riza.

Temu pelanggan kali ini diikuti oleh 50 pimpinan organisasi pelanggan pelatihan BSN yang berasal dari Jambi, Bengkulu, Medan, Surabaya, Situbondo dan 30 orang dari Jabodetabek dan Bandung. Acara diselingi dengan pembagian doorprize menarik dan di sesi siang ditutup oleh pemaparan dari Aditya Nugroho, tentang penerapan ISO 9001:2015 untuk mewujudkakn kinerja organisasi berkinerja tinggi. Terima kasih pelanggan. (Har)

 

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]-->dari Jambi, Bengkulu, Medan, Surabaya, Situbondo dan 30 orang dari Jabodetabek dan Bandung<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]-->

Temu Pelanggan Pelatihan Standardisasi 2015

Untuk kali kedua BSN, melalui pusat pendidikan dan pemasyarakatan standardisasi, menyelenggarakan temu pelanggan pelatihan standardisasi (27/11). Tujuan utama temu pelanggan adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi sangat penting bagi organisasi yang mengklaim sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu, apalagi sudah disertifikasi. BSN ingin mendapat feedback (umpan balik) dan masukan dari pelatihan terutama dari pimpinan organisasi sebagai pengguna peserta pelatihan, apakah pelatihan BSN dapat meningkatkan kinerja pegawai dan organisasinya.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi, Dewi Odjar, dalam sambutannya. Pertemuan ini sangat bermanfaat bukan hanya bagi BSN, tapi juga apresiasi, bekal tambahan. Untuk itu, hari ini akan ada 4 (empat) pakar bidang standardisasi penilaian kesesuaian yang akan berbagi ilmu. Forum ini selain untuk meningkatkan wawasan menjadi sarana untuk mendapatkan informasi terkini tentang perubahan-perubahan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian yang begitu dinamis, ungkap Dewi Odjar.

Pakar yang dihadirkan diantaranya, Abdu Chamdan Juaffie – PT. Anugrah Analisis Sempurna (PT AAS) Pelaksanaan program pelatihan standardisasi di PT AAS yang merupakan pelanggan loyal pelatihan standardisasi. Pelatihan standardisasi, menurut Abdu, mampu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi PT AAS. Pelatihan dari BSN menjadi salah satu bekal berharga PT AAS untuk mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional, yang merupakan prasyarat untuk bersaing dalam bisnis pengujian di Indonesia.

Manfaat yang dirasakan oleh PT AAS, diantaranya, Peningkatan jumlah personel yang kompeten, Peningkatan kompetensi personel yang diakui, Peningkatan jumlah uji profisiensi yang lolos, Peningkatan jumlah ketidaksesuaian audit internal, Peningkatan efektifitas program kaji ulang dokumen, Peningkatan jumlah keluhan yang dilaporkan dan ditindaklanjuti, tutup Abdu. Pelatihan di BSN adalah pilihan tepat bagi PT AAS dimana pilihan tersebut sudah diambil melalui siklus PDCA tutup Abdu.

Suprapto peneliti madya, mantan sekjen KAN dan Deputi Bidang Penerapan dan Sistem Akreditasi BSN. Suprapto memberikan bekal “Peran Top manajemen dalam membangun kompetensi standardisasi organisasi”. Menurut Suprapto kompetensi organisasi di bidang standardisasi menjadi sangat penting untuk bersaing saat ini. Kompetensi organisasi juga sangat mendukung dalam keberhasilan penerapan Standar Sistem Manajemen, diantaranya Sistem Manajemen Mutu (SMM). Selain itu, syarat yang paling penting keberhasilan SMM adalah komitmen manajemen yang direalisasikan dalam bentuk menjamin efektivitas sistem manajemen, Menerapkan kebijakan mutu dan sasaran mutu sesuai dengan arah strategi organisasi, Memfasilitasi seluruh pegawai untuk berkontribusi pada efektivitas sistem manajemen yang ditetapkan dan sebagainya. Intinya menurut Suprapto,bangun sinergi dalam organisasi untuk mencapai visi dan misi organisasi, hargai setiap upaya dari setiap personel di organisasi. Jika diketahui pada personel terdapat kekurangan dalam hal kompetensi, Top Manajemen bertanggung jawab untuk meningkatkannya.

Riza Deliansyah dari PT Astra International, Tbk. Peran Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dalam meningkatkan kinerja organisasi. Standar sangat penting bagi ASTRA, contoh sederhananya dalam produk mobil, setiap komponen mobil yang kalau “dipretelin” akan ada lebih dari 2000 komponen yang dibuat oleh pabrik, UKM, yang berbeda, bagaimana semua komponen itu bisa menjadi satu mobil. Masalah tidak hanya sampai disitu, mobil ini diproduksi bukan hanya satu, dua unit, tapi ribuan. Dan berkembang lagi masalahnya bagaimana agar dalam produksi mobil, pabriknya selalu menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan, tidak merusak lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya. That is all about standards, ujar Riza.

Itu baru di level lini produksi, Astra sendiri memiliki 190 anak perusahaan dengan jumlah karyawan menjadi setengah juta, nah bayangkan jika kami tidak menerapkan standar, minimal adalah “bahasa” untuk komunikasi dalam bentuk sistem perusahaan, bisa sistem HRD-nya, sistem keuangannya, sistem manajemennya dan lain sebagainya, lanjut Riza. Awalnya ASTRA menerapkan standar sistem manajemen sendiri-sendiri, dokumennya dibuat sendiri-sendiri, auditnya sendiri-sendiri, bahkan lembaga sertifikasinya pun sendiri-sendiri. Lama-lama dirasakan sangat costly dan tidak efektif. Akhirnya diintegrasikan yang dulunya masing-masing, sekarang menjadi satu, integrated management system menjadi efektif dan efisien, ASTRA pun kinerja semakin meningkat dari tahun ke tahun tutup Riza.

Temu pelanggan kali ini diikuti oleh 50 pimpinan organisasi pelanggan pelatihan BSN yang berasal dari Jambi, Bengkulu, Medan, Surabaya, Situbondo dan 30 orang dari Jabodetabek dan Bandung. Acara diselingi dengan pembagian doorprize menarik dan di sesi siang ditutup oleh pemaparan dari Aditya Nugroho, tentang penerapan ISO 9001:2015 untuk mewujudkakn kinerja organisasi berkinerja tinggi. Terima kasih pelanggan. (Har)

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <xml>


SMAK Sinlui 1 Surabaya dan SMKN Sumsel akan Wakili RI di Olimpiade Standar Tingkat Dunia di Korea Upaya KLT BSN di Palembang Membumikan SNI di Sumsel Pemenang Kompetisi Standardisasi Tingkat Nasional SMA/SMK Tahun 2017 INDONESIA QUALITY EXPO 2017 Dinas Kesehatan Sumsel Ingin Terapkan SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016