Sosialisasi UU Nomor 20 2014 di Bapeten    Infografis Profil Renja BSN 2017    Anugerah Jurnalistik BSN 2017    Jadwal Pelatihan Standardisasi 2017    SOSIALISASI PENERIMAAN USULAN PNPS 2017    Mulai 10 Oktober Layanan Informasi Terpadu BSN menerima Pemesanan SNI dalam format elektronik File   

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

STANDAR NASIONAL INDONESIA

KOMITE TEKNIS

REGULASI TEKNIS

LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN

AKUNTABILITAS KINERJA

REFORMASI BIROKRASI

ARSIP

FGD Penyusunan Root Definition, menuju keberhasilan BSN.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali bekerjasama dengan PT. Sinergi Pakarya Sejahtera (SINERGI Consulting) dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Root Definition, sebagai tindak lanjut dari FGD Kajian Penataan Birokrasi BSN, Selasa, (7/7/2015) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

 

 

Berkaitan dengan asumsi-asumsi strategis yang muncul, resume dari FGD Kajian Penataan Birokrasi BSN yang telah dilaksanakan pada 24 Juni 2015 dibedakan menjadi 2 hal. Pertama adalah asumsi strategis yang berkaitan dengan fokus birokrasi, dan yang kedua adalah asumsi strategis yang berkaitan dengan fokus substansi.

 

Dalam kesempatan ini, FGD Penyusunan Root Definition terbagi dua. Yang pertama adalah Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST), dan yang kedua adalah Intepretive Structural Modeling (ISM). Para peserta diharapkan untuk berdiskusi untuk menghasilkan suatu konsensus.

 

 

Dalam kesempatan ini, para peserta dibagikan kuesioner tentang SAST. Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST) digunakan untuk mengeksplorasi asumsi strategis yang paling penting dan paling yakin (pasti). Kondisi ini menempatkan pada zona “rencana yang pasti" dan “rencana yang bermasalah” sebagai hal yang memerlukan perhatian dalam pengembangan model. Berdasarkan kepakaran yang dimiliki, para peserta diminta untuk menggali asumsi yang paling signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan BSN dalam mewujudkan infrastruktur mutu nasional yang handal untuk meningkatkan daya saing dan kualitas hidup bangsa.

 

Dalam Intepretive Structural Modeling (ISM), para peserta kembali diminta berdiskusi untuk memetakan kondisi yang kompleks dan tidak terstruktur menjadi sebuah model yang terpola dan ditampilkan dalam bentuk grafis dan kalimat.

 

 

Kepala BSN, Bambang Prasetya berharap, forum ini dapat membangun sistem Indonesia menjadi lebih baik. Diharapkan, dua tahun lagi BSN dapat menjadi lembaga yang signifikan untuk membuat bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik.

 

FGD kali ini menghadirkan Fasilitator dari SINERGI Consulting, Dr. Ir. Nugroho Ananto, M. Eng, MM. FGD serta melibatkan seluruh Pejabat Eselon I, II, dan III di Lingkungan BSN. Selain itu juga mengundang berbagai perwakilan instansi pemerintah dan swasta yang merupakan stakeholder BSN. Turut hadir diantaranya perwakilan dari Kementerian Ristek Dikti, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Institut Pertanian Bogor (IPB), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), PT Mulia Glass, Pertamina,  dan ALSI. (ald)

Sumber :


Tinggalkan Komentar Anda

Nama

: *

Email

: *

Website

:

Komentar

:

Code Security

: