Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Bangkitkan Animo Masyarakat Akan Standar, BSN Gelar Bulan Mutu Nasional

  • Kamis, 25 Oktober 2018
  • Humas BSN
  • 1330 kali

Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Bulan Mutu Nasional dan Hari Standar Dunia Tahun 2018 di Grand City Convex, Surabaya (25/10/2018). Beberapa isu strategis terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian, dibahas dalam even nasional yang melibatkan lebih dari 1000 pemangku kepentingan di Indonesia ini. Selain itu, diselenggarakan pula pameran Indonesia Quality Expo sebagai sarana edukasi tentang SNI kepada masyarakat.

 

“Bulan Mutu Nasional dan Pameran Indonesia Quality Expo merupakan ajang pertemuan seluruh stakeholder BSN untuk konsolidasi, koordinasi dan pemutakhiran serta penyebaran informasi standardisasi dan penilaian kesuaian,” ujar Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam pembukaan Bulan Mutu Nasional (BMN). Perayaan BMN tahun 2018 ini menjadi yang kedua BMN di selenggarakan di luar kota Jakarta. Yang pertama sebelumnya diselenggarakan di kota Makassar pada tahun 2017. “Kami berharap, dengan penyelenggaraan BMN di daerah, bisa lebih mengenalkan dan mendekatkan BSN kepada stakholder dan masyarakat. Selain itu juga, penyelenggaraan BMN di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur juga sebagai bentuk apresiasi BSN atas komitmen Provinsi Jawa Timur dalam penerapan SNI,” jelas Bambang.

 

Tema Bulan Mutu Nasional tahun ini adalah “Standar dan Penilaian Kesesuaian Mendukung Revolusi Industri 4,0”, Tema ini sejalan dengan tema Hari Standar Dunia, yaitu International Standard and Fourth Industrial Revolution yang jatuh pada tanggal 14 Oktober yang lalu.

 

Pemerintah telah menjadikan “Making Indonesia 4.0” sebagai salah satu agenda nasional bangsa Indonesia di mana Kementerian Perindustrian akan menjadi penggerak utama dari agenda tersebut. Disebutkan dalam peta jalan tersebut bahwa terdapat lima sektor manufaktur nasional yang akan menjadi pionir memasuki era digital, yakni industri makanan dan minuman; industri tekstil dan pakaian; industri otomotif; industri elektronika; serta industri kimia. Kementrian dan lembaga lainnya, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha diharapkan dapat mendukung penuh program ini sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, BSN pun turut berperan aktif dalam mewujudkan Making Indonesia 4.0 antara lain dengan mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir pun mengatakan bahwa Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian menjadi pilar yang strategis untuk meningkatkan daya saing nasional baik di dalam negeri atau luar negeri. Standar penting dalam menjamin keselamatan, keamanan, kesehatan dan pelestarian lingkungan.

 

“Di era revolusi industri 4,0, standar juga berperan dalam menjamin kompatibilitaas dan interoperabilitas,” Ujar Nasir melalui rekaman video saat memberikan sambutan dalam pembukaan Bulan Mutu Nasional 2018. 

 

Nasir pun berpesan agar masyarkat makin peduli terhadap standar. “Mari kita jadikan Bulan Mutu Nasional dan Pameran IQE 2018 sebagai ajang untuk konsolidasi, koordinasi dan pemutakhiran informasi standardisasi serta menggugah kembali kesadaran kita bahwa standar berperan penting dalam kehidupan kita,” pesannya.