Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

UMKM Talkshow BMN 2023: Strategi Menarik Investor bagi UKM

  • Kamis, 16 November 2023
  • Humas BSN
  • 445 kali

Upaya pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memerlukan dukungan dari sisi teknis maupun pendanaan atau funding. Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang turut membina juga mengembangkan UKM di seluruh penjuru negeri agar memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), berbagi informasi untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha dalam UMKM Talkshow Bulan Mutu Nasional (BMN) 2023 yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Jakarta.

Berbicara mengenai dukungan funding dapat datang dari investor, "Metode atau proses pengajuan funding dari investor dapat berupa Peer-to-Peer (P2P) lending," ungkap Chief Technology Officer PT Urun Bangun Negeri, Yuliansyaf Hidayat.

Proses pengajuan investasi, lanjutnya, harus entitas yang berbadan hukum seperti CV atau PT, kemudian pengecekan legalitas identitas perusahaan perlu dilakukan, serta harus menghasilkan profit bagi para pelaku usaha yang ingin mendapatkan investasi dari PT Urun Bangun Negeri.

“Kehalalan produk merupakan prasyarat untuk pengajuan investasi, berhubung PT Urun Bangun Negeri adalah investor berbasis syariah,” pungkasnya.

Berbicara mengenai produk UMKM Binaan BSN, PT Eco Energy Solusindo yang menghasilkan produk heat pump water heater, saat ini sedang proses sertifikasi SNI.

Marketing Director PT Eco Energy Solusindo, Didik Priyono mengungkap bahwa dengan proses sertifikasi SNI produk heat pump water heater sangat berpotensi memperluas peluang untuk dipercayakan dalam berbagai proyek, termasuk untuk infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Produk ini berbasis refrigerasi yang ramah lingkungan, untuk keperluan rumah sakit, hotel, industri, perumahan, hingga saat ini dipercayakan untuk Istana Negara IKN, " pungkas Didik Priyono.

Sementara itu, guna memasarkan produk-produk berkualitas serta berstandardisasi dimaksud memerlukan media atau platform, seperti e-Katalog yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Administrasi yang perlu dilengkapi untuk penayangan produk-produk di e-Katalog salah satunya adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)," jelas Direktur Pasar Digital Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Yulianto Prihandoyo.

LKPP menyiapkan platform barang dan jasa, dan dihimbau kepada para pelaku usaha untuk mengunggah foto-foto terbaik terkait produk untuk keperluan penayangan di e-Katalog.

"E-Katalog saat ini sudah terintegrasi dengan platform Aplikasi Barang ber-SNI (Si Bang Beni) milik BSN," terangnya. Dampak dari terintegrasinya e-Katalog dengan Si Bang Beni semakin memudahkan produk-produk bersertifikasi SNI untuk ditayangkan dalam e-Katalog.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini, dihadiri secara antusias oleh para pengunjung di area SNI Expo 2023. (PjA - Humas)

 

Galeri Foto: UMKM Talkshow BMN 2023: Strategi Menarik Investor bagi UKM