Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Bersinergi Dengan BSIP Kementan, BSN Jajaki Pembentukan LSPro di Papua Barat

  • Senin, 13 Maret 2023
  • 950 kali

Dengan lahirnya Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), pintu harmonisasi penerapan standar instrumen pertanian semakin terbuka lebar. Merespon hal ini, Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PPSPK) Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan penjajakan dengan BSIP pusat maupun daerah dalam rangka penerapan SNI. Salah satunya, kegiatan audiensi yang dilakukan secara daring oleh Direktur PPSPK BSN, Triningsih Herlinawati dengan BSIP Papua Barat pada Jumat (10/3/2023).

Sebagaimana diketahui, guna meningkatkan kompetensi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK), BSN memberikan pembinaan berupa fasilitasi ketersediaan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) khususnya dalam rangka mendukung pengembangan sektor usaha dan potensi produk unggulan daerah. Dan, berdasarkan hasil pemetaan ketersediaan infrastruktur penilaian kesesuaian di Indonesia, mayoritas LPK tersedia di wilayah Indonesia bagian Barat. Sementara, di wilayah Indonesia bagian timur masih sangat minim.

Sejalan dengan hal tersebut, audiensi yang bertujuan untuk pengembangan Lembaga Penilaian Kesesuaian di wilayah Timur Indonesia, Triningsih menyampaikan apresiasinya atas keinginan BSIP Papua Barat untuk pengembangan LPK. “BSN siap membantu rencana tersebut melalui fasilitasi LPK. Khususnya untuk pembentukan LSPro, karena di Papua belum terbentuk Lembaga Sertifikasi Produk. Semoga kita dapat bekerja sama dengan BSIP Papua Barat,” tutur Triningsih.

Menanggapi Triningsih, Kepala BSIP Papua Barat Aser Rouw yang hadir dalam zoom meeting menyambut baik maksud BSN seraya memaparkan kondisi dan arah pengembangan BSIP Papua Barat. Menurut Aser, BSIP Papua Barat telah memotret komoditas pertanian unggulan di wilayahnya diantaranya yaitu pala, kakao, kopi, kelapa, buah merah, pinang dan sagu.

BSIP Papua Barat sendiri telah memiliki laboratorium terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak tahun 2019 untuk pengujian kadar air, kadar abu, kadar lemak/minyak, dan kadar protein.

“Ke depannya BSIP Papua Barat ingin menambah ruang lingkup pengujian keamanan pangan dan kualitas lahan. Selain itu, BSIP Papua Barat juga berencana meningkatkan kompetensi menjadi Lembaga Sertifikasi Produk mengingat potensi daerah serta pelaku usaha daerah yang memiliki produk unggulan daerah telah memasuki negara tujuan ekspor seperti Kakao, Pala, Buah Merah dan Tepung Sagu,” ungkap Aser.

Tidak hanya itu, BSIP juga berencana melakukan penambahan ruang lingkup laboratorium guna mendukung tumbuhnya LSPro. Adapun, ruang lingkup LSPro yang nantinya akan dikembangkan adalah produk-produk unggulan daerah.

Melalui penjajakan ini diharapkan terjalin kolaborasi dan sinergi yang baik antara BSN dan BSIP sehingga menjadikan produk unggulan daerah wilayah Timur Indonesia semakin berkualitas dan berdaya saing saing. (RA/ red: nda-humas)