Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Pentingnya SNI Grafika bagi Industri

  • Rabu, 07 September 2022
  • Humas BSN
  • 514 kali

Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk grafika menjadi acuan penting bagi industri grafika seiring berkembangnya industri tersebut di Indonesia.

Penggunaan standardisasi dalam produksi media cetak, misalnya, diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas produk, jaminan performa bisnis, keunggulan produk, dan keberlangsungan kepercayaan produk.

Pentingnya standardisasi untuk industri ini juga karena berkaitan dengan masalah lainnya seperti isu lingkungan (bahan yang biodegradable, carbon footprint), tingkat akurasi warna ataupun terkait dengan kemasan untuk kebutuhan tertentu (kemasan pangan).

Oleh sebab itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) memfasilitasi Komite Teknis Pengembangan SNI 37 – 01 Teknologi Grafika merumuskan SNI. ”Hingga saat ini, BSN telah menetapkan 19 SNI di bidang grafika yang sifatnya sukarela,” ujar Direktur PSIPPE, Iryana Margahayu di Jakarta (07/09/2022).

Meskipun sukarela, BSN berharap industri di Indonesia bisa menerapkan SNI atau menggunakan parameter/persyaratan mutu dalam SNI sebagai rujukan dalam kegiatan di bidang grafika.

Untuk mensosialisasikan SNI tersebut dan mendorong kesadaran industri menerapkan SNI, BSN berkolaborasi dengan Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika dan Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI) telah mengikuti pameran. Salah satu pameran yang diikuti tersebut adalah Pameran Indoplas, Indoprint, dan Indopack yang digelar 31 Agustus – 3 September 2022 di JIExpo Kemayoran

Dalam pameran ini, stand BSN – KT 37-01 - ATGMI memamerkan antara lain beberapa SNI yang dihasilkan oleh KT 37-01 Teknologi Grarfika, buku CHROMATIC COLOR CHART 2C+K - Panduan Warna Standar Bagi Insan Grafika Nusantara, Produk Tinta Cetak Offset dan Fleksografi, Produk Perlengkapan Sistem Digital Color Proofing dan Pengukuran Warna, dan lain-lain. (DNW)