Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kepala BSN Hadiri Acara Penyerahan NIB untuk Usaha Mikro dan Kecil di Jayapura

  • Senin, 05 September 2022
  • Humas BSN
  • 609 kali

Sebanyak 2.700 pelaku usaha mikro kecil (UMK) perseorangan di Jayapura, Papua menerima nomor induk berusaha (NIB). Penyerahan NIB untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) perseorangan dilaksanakan pada Rabu (31/8/2022), di Gedung Olah Raga (GOR) Toware, Kabupaten Jayapura, Papua yang dikoordinasikan oleh Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Acara tersebut dihadiri oleh beberapa menteri kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga dan organisasi yang terkait dengan pembiayaan keuangan dan perbankan.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi produk-produk UMKM yang ada di Jayapura. Menurutnya, produk UMKM disana telah dikemas dengan baik. Ia berpesan agar produk-produk UMKM tersebut dapat didorong untuk masuk dalam platform digital. Sehingga jangkauan produk buatan UMKM dari Papua dapat semakin luas.

Pada kesempatan menghadiri acara penyerahan NIB UMK perseorangan tersebut, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Achmad mengatakan bahwa peningkatan kualitas produk UMK agar memenuhi persyaratan, yang umumnya berupa standar, juga tidak kalah penting. Oleh karena itu, sebagai bagian dari implementasi UU Cipta Kerja, BSN menginisiasi pemberian tanda SNI Bina UMK melalui pernyataan diri oleh UMK yang produk dan usahanya masuk dalam kategori risiko rendah. Dalam pelaksanaannya, mekanisme pemberian tanda SNI Bina UMK diintegrasikan dengan Online Single Submission (OSS) yang dikelola oleh Kementerian Investasi / BKPM.

Ditambahkan oleh Presiden Joko Widodo terkait pentingnya pelaku usaha memiliki NIB karena NIB tersebut dapat digunakan UMK perseorangan untuk mengakses permodalan di perbankan. Sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan usahanya.

Di sisi lain Presiden Joko Widodo mengingatkan, agar pembiayaan yang telah diperoleh dapat digunakan untuk pemodalan kerja. Ia meminta agar pelaku UMKM tak menggunakan pembiayaan perbankan untuk membeli barang-barang di luar modal kerja usaha.

Pada acara tersebut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengatakan, sampai dengan hari ini tercatat ada 1,8 juta NIB diterbitkan melalui online OSS. Sedangkan untuk Provinsi Papua sendiri Bahlil mengakui belum mencapai 20.000 NIB terbit untuk UMKM. (KSA)