Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kuatkan Sinergi dengan IQTL, BSN Bagi Pengalaman Pengelolaan Standardisasi Penilaian Kesesuaian, dan Metrologi

  • Rabu, 31 Agustus 2022
  • Humas BSN
  • 343 kali

Menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Institute for Quality of Timor-Leste (IQTL) yang telah dilaksanakan pada 19 Juli 2022, BSN melakukan audiensi dengan IQTL dan Atase Pariwisata, Perdagangan, dan Perindustrian Kedutaan Timor-Leste di Jakarta, Selasa (30/8/2022). Audiensi ini untuk membahas rencana kerja sama serta berbagi pengalaman tentang pengelolaan standardisasi di Indonesia.

Mewakili Kepala BSN, Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo menyatakan bahwa peran IQTL akan menjadi sangat penting bagi Timor-Leste untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan guna mendukung perdagangan di produk unggulan Timor-Leste, antara lain untuk mendukung pengujian, inspeksi, sertifikasi. “Itu semua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari daya saing dalam perdagangan antar negara,” tutur Hendro.

Ia pun menilai, IQTL memiliki potensi sangat besar sebagai mitra kerja sama BSN dalam bidang pengembangan standar dan  penilaian kesesuaian, sesuai dengan tusi BSN dan tusi IQTL. “Potensi yang bisa kita kembangkan diantaranya adalah meningkatkan kapasitas teknis mengenai standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK) dan metrologi. Kemudian, pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)  dibidang SPK dan metrologi,” ujarnya.

Atase Pariwisata, Perdagangan, dan Perindustrian Timor-Leste, Januario de Correia menyatakan bahwa Menteri Pariwisata, Perdagangan, dan Perindustrian Timor Leste berpesan agar ada keberlanjutan dari kerja sama antara BSN dan IQTL. “Pemerintah Timor-Leste berkomitmen tetap mendorong IQTL, sesuai arahan pak menteri, supaya IQTL bisa membangun kerja sama dengan institusi-institusi terkait, terutama dengan Indonesia yang merupakan mitra Timor-Leste,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden IQTL, Rosito de Sousa Menteiro mengemukakan, karena IQTL merupakan institut yang sangat baru, IQTL belum memiliki pengalaman terkait SPK. Selain itu, saat ini belum ada undang-undang khusus terkait standardisasi, penilaian kesesuaian, maupun metrologi di Timor-Leste. “Kami harap, ahli-ahli standardisasi dari BSN dapat membantu kami dalam mengembangkan IQTL,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Hendro memaparkan kedudukan BSN dalam penguatan infrastruktur mutu nasional di Indonesia. Hendro pun kembali menegaskan bahwa BSN dengan senang hati akan memberikan backup support, sharing knowledge, pengalaman apa saja yang perlu dipersiapkan, sekaligus nanti benchmarking apa saja kira-kira yang perlu dilakukan oleh IQTL guna mengembangkan infrastruktur mutu di Timor-Leste. (ald-Humas)