Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Ajak Belanja Produk ber-SNI di Hari Belanja Diskon Indonesia

  • Selasa, 16 Agustus 2022
  • Humas BSN
  • 314 kali

Dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui kegiatan belanja produktif masyarakat, pemerintah meluncurkan program Hari Belanja Diskon Indonesia pada acara Indonesia Retail Summit 2022 yang diselenggarakan oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) pada Senin (15/8/2022) di Gedung Sarinah, Jakarta. Program Hari Belanja Diskon Indonesia secara resmi diluncurkan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan bersama dengan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad, serta jajaran Pengurus HIPPINDO.

Hari Belanja Diskon Indonesia yang digelar sejak 15 hingga 28 Agustus 2022 ini diharapkan mampu meningkatkan omset para peritel, sekaligus dapat mendorong para pelaku kreatif Indonesia untuk meningkatkan kualitas produknya, yang besar harapannya dapat turut meningkatkan eskpor.

"Hari Belanja Diskon Indonesia juga mendukung program Bangga Buatan Indonesia, karena program ini bukan hanya slogan namun sebuah perilaku atau aksi nyata untuk memajukan dan mencintai produk-produk buatan Indonesia," ungkap Menteri Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Kepala BSN, Kukuh S. Achmad dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) merupakan kunci utama untuk meningkatkan keamanan dan daya saing produk yang beredar di Indonesia maupun ke luar negeri.

"Perlindungan terkait dengan kesehatan, keamanan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan hidup. Sedangkan yang berkaitan dengan daya saing, harapannya produk-produk Indonesia bisa bersaing baik di pasar domestik yang bersaing dengan produk-produk impor, maupun standardisasi bisa berkontribusi agar produk-produk asal Indonesia bisa masuk ke pasar global dengan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor, " jelas Kukuh.

Untuk mendukung hal tersebut, BSN saat ini mewakili Indonesia di 13 forum standardisasi internasional terkait dengan perumusan standar, penerapan standar, akreditasi, sertifikasi, metrologi, hingga saling keberterimaan hasil sertifikasi antar negara.

Kukuh menjelaskan, Standar Nasional Indonesia (SNI) yang disusun oleh Komite Teknis dan ditetapkan oleh BSN, sifat penerapannya adalah sukarela namun dapat diberlakukan secara wajib jika terkait dengan perlindungan kesehatan, keselamatan, keamanan, juga pelestarian lingkungan hidup oleh Kementerian/Lembaga yang memiliki kewenangan di bidangnya masing-masing.

"Dari 11.647 SNI yang ada saat ini, terdapat 303 SNI yang diwajibkan oleh Kementerian/Lembaga terkait," ungkap Kukuh.

Dari 303 SNI Wajib tersebut, terdapat 158 SNI yang didaftarkan ke World Trade Organization (WTO) untuk mendapatkan tanggapan dari para Anggota WTO, Kukuh melanjutkan.

"BSN sebagai Notification Body dan Enquiry Point Indonesia untuk Komite Technical Barrier to Trade (TBT) WTO, untuk menerima pertanyaan terkait regulasi-regulasi di Indonesia dari negara lain maupun sebaliknya,'' jelas Kukuh.

Adapun dukungan standardisasi terkait dengan perdagangan bilateral Indonesia, diantaranya adalah keberterimaan sertifikasi produk Halal Indonesia di Uni Emirat Arab bekerja sama dengan ESMA (Emirates Standards and Metrology Authority); keberterimaan sertifikasi produk kayu Indonesia di Amerika Serikat bekerja sama dengan US ESPA (United States Environmental Protection Agency); kemudian keberterimaan sertifikasi produk Indonesia di Arab Saudi bekerja sama dengan SASO (Saudi Arabian Standards Organization).

Di dalam pelaksanaan kegiatan SPK, Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang memiliki tugas pokok melakukan akreditasi terhadap Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yaitu Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, Lembaga Inspeksi dan Validasi, telah mengoperasikan 34 skema akreditasi. 16 skema diantaranya sudah diakui secara internasional sehingga hasil-hasil sertifikasi dan pengujian laboratorium di Indonesia yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi atau laboratorium yang diakreditasi oleh KAN diakui oleh mitra internasional.

"Hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bersaing di pasar internasional," pungkas Kukuh.

Acara yang berlangsung secara interaktif antara para narasumber dengan audiens ini turut dihadiri para peritel Indonesia yang tergabung dalam HIPPINDO. (PjA - Humas)

 

Galeri Foto: BSN Ajak Belanja Produk ber-SNI di Hari Belanja Diskon Indonesia