Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Mahasiswa UNS ini Bantu Digitalisasi dan Wujudkan Pasar Rakyat ber-SNI di Surakarta

  • Kamis, 14 Juli 2022
  • Humas BSN
  • 341 kali

KBRN, Surakarta: Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Abdusyahid Naufal Fathullah menceritakan kisahnya magang melalui Program Penggerak Muda Pasar Rakyat.

Adapun Program Penggerak Muda Pasar Rakyat merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Gopal, begitu sapaan akrab dari Abdusyahid Naufal Fathullah, dari rilis yang diterima RRI mengatakan bahwa program ini sebagai bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Yangmana berupa program magang bersertifikat yang didesain bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya guna memberi dampak penguatan dan pemberdayaan pasar rakyat secara konkret.

“Saya ditugasi untuk membantu Kemendag memberdayakan kembali pasar rakyat yang terkena dampak pandemi melalui digitalisasi ekonomi. Selain itu, sebelum diterjunkan ke pasar juga dibekali bagaimana pembinaan kepada para pedagang dan mengelola pasar rakyat secara komprehensif,” ungkap Gopal, Selasa (12/7/2022).

Gopal membantu memberdayakan pasar rakyat penempatan di Surakarta. Sementara kegiatan magang yang ia lakukan meliputi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat, penerapan digitalisasi pasar rakyat, serta peningkatan kapasitas pedagang melalui sekolah pasar.

Sementara saat ia menceritakan pemberdayaan Pasar Gede Solo dirinya bersama tim telah melakukan digitalisasi dengan penerapan E-commerce melalui Loka Pasar dan/atau Ride Hailing; penerapan E-Payment melalui SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS); penerapan E-Retribusi pedagang pasar rakyat; serta penerapan pencatatan profil pasar rakyat dan informasi harga melalui SISP.

Gopal juga mengatakan saat membantu revitalisasi Pasar Gede Solo ada tantangan tersendiri yang ia hadapi. Hal ini karena Pasar Gede Solo termasuk ke dalam cagar budaya yang tidak boleh sembarangan ditambah atau dikurangi. Namun, ia bersyukur karena mampu menaikkan SNI di Pasar Gede Solo.

“Program magang ini mengajarkan bagaimana mewujudkan pasar rakyat yang memenuhi standar nasional. Juga melakukan perbaikan tak hanya dari aspek fisik melainkan juga pada sistem manajemen pasar. Harapannya dengan menyelesaikan standardisasi pasar rakyat kemudian bisa dikembangkan pada pasar-pasar lainnya. Serta melalui kegiatan ini diharapkan mampu mendorong penguatan dan pemberdayaan pasar rakyat sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” terang Gopal.

Sebagaimana yang diungkapkannya, mewujudkan pasar rakyat ber-SNI agar pasar memenuhi standar minimumnya. Hal ini nantinya supaya memberikan keamanan serta kenyamanan ketika berkunjung ke pasar. Selain itu untuk mewujudkan wacana pemerintah dalam hal ini Kemendag yang menargetkan pasar rakyat diseluruh Indonesia telah menerapkan SNI pasar rakyat. Dengan demikian, pengunjung pasar akan semakin nyaman ketika berbelanja.

Terakhir ia pun berpesan untuk memanfaatkan kesempatan magang di instansi pemerintahan, magang di swasta, maupun magang di lembaga yang dianggap mampu mewakili proses jalan cita-cita kita.

“Karena dengan itu ketika kita nanti lulus, kita bisa menjadi orang yang berdaya saing, berguna bagi banyak orang, dan kita bisa menemukan jalan mana yang akan kita tempuh. Jadi, kita akan menjadi seorang yang berdaya guna bagi orang disekitar kita. Serta jangan takut untuk mencoba. karena kesempatan tidak akan datang dua kali,” pungkas Gopal.  (Ase)

 

Tautan berita: Mahasiswa UNS ini Bantu Digitalisasi dan Wujudkan Pasar Rakyat ber-SNI di Surakarta - DAERAH | RRI Surakarta |