Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

TOP Digital Awards 2021: Gencarkan Digitalisasi, Upaya BSN Tingkatkan Layanan

  • Rabu, 17 November 2021
  • Humas BSN
  • 1575 kali

 

Reporter: Albarsyah

Editor: Teguh IS

Standarisasi mutu dan kualitas sebuah produk akan meningkatkan daya saing produk tersebut baik untuk tingkat nasional, regional bahkan di pasar global. Standar mutu produk sudah menjadi kewajiban bagi seluruh pelaku usaha agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing.

Bagi para pelaku industri di dalam negeri, Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan kewajiban agar produk atau jasa yang dihasilkannya memiliki berbagai standar mutu serta hal lainnya sesuai regulasi yang berlaku. 

Untuk memberikan layanan standar mutu kepada seluruh pelaku industri di Tanah Air, Badan Standarisasi Nasional (BSN) terus memacu diri dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh pemangku kepentingan agar bisa dapat cepat, tepat, mudah dan murah dalam pengurusan standar mutu produknya.

Demikian disampaikan Slamet Aji Pamungkas selaku Kepala Pusat Data dan Informasi BSN, dalam Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 12/11/2021.

Kepada dewan juri, ia pun memaparkan sejumlah langkah yang telah dijalankan lembaga dengan aktivitas utama Pengelolaan sistem Standardisasi Nasional dan Penilaian Kesesuaian ini.

“Dalam mendekatkan pelayanannya kepada seluruh pelaku bisnis, kami memiliki kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.”

“Untuk memberikan kemudahan layanan, BSN juga telah menghadirkan layanan digitalisasi kepada seluruh pemangku bisnis.”

Terkait digitalisasi ini, lanjut Slamet, BSN telah menghadirkan sejumlah solusi/aplikasi yang dapat dimanfaatkan kalangan internal dan eksternal.

“Untuk internal, kami telah menggunakan sejumlah solusi, antara lain: tanda tangan digital, Sistem Informasi Manajemen Layanan TI, Sistem Informasi Knowledge Management yang digunakan tahun 2021, Sistem Informasi Pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan (Sipakar), Presensi Online, Video Conference.”

Sedangkan untuk eksternal, solusi yang dihadirkan tahun 2021 ini yaitu SNI Bina UMK yang dikembangkan internal BSN. Merupakan aplikasi untuk menyediakan pendampingan bagi UMK dalam penerapan/ sertifikasi SNI. Kolaborasi dengan OSS BKPM dalam memberikan layanaan kepada UMKM sesuai amanah UU Cipta Kerja.

“Manfaatnya, peningkatan kualitas layanan, menghilangkan paradigma bahwa SNI itu susah dan mahal. Juga sebagai kemudahan bagi UMK dalam mendapatkan pembinaan untuk penerapan/ sertifikasi SNI,” terang Slamet,

Ia menambahkan bagi pelaku UMK untuk mendapatkan SNI ini juga mendapatkan dukungan sejumlah perusahaan besar dan BUMN. Dalam 1 tahun ditargetkan 1.000 UMKM mendapatkan layanan SNI agar produk dan mutu mereka ini bisa naik kelas.

Untuk menyebarkan informasi berbagai program BSN, di tahun 2021 ini, BSN melakukan Podcast BSN.

Sebelumnya, untuk kalangan eksternal, BSN menyediakan sejumlah aplikasi, antara lain: Akses SNI, Barang ber-SNI, Pesta (Pembelian Standar Online).

Capaian Membanggakan

Menurut Slamet, ada 5 capaian BSN yang membanggakan, “ Pertama, Aplikasi SNI Bina UMK, kolaborasi dengan Kemeninves/ BKPM; kedua, Penyusunan dan workshop manajemen risiko SPBE, kolaborasi dengan KemenpanRB; ketiga, Indeks nilai SPBE 3,99 pada tahun 2019 (tertinggi nasional untk Lembaga).”

Capaian membanggakan berikutnya diraihnya Sertifikat SNI ISO/IEC 27001:2013 dan Pendampingan penerapan dan sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2013 dan SNI ISO/IEC 20000-1.

Dikatakannya, BSN saat ini telah memberikan layanan kepada seluruh pemangku kepentingan akan Standar Mutu dan juga Kalibrasi, dengan mengunakan digitalisasi. Dengan layanan digitalisasi diharapkan setiap tahunnya jumlah produk yang ber-SNI akan meningkat. “Tentunya dengan standar mutu SNI ini akan meningkatkan daya saing nasional,” tutupnya.

 

Tautan Artikel: TOP Digital Awards 2021: Gencarkan Digitalisasi, Upaya BSN Tingkatkan Layanan