Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

ICONSTAM 2021, Konferensi Internasional Standardisasi dan Metrologi yang Pertama

  • Kamis, 21 Oktober 2021
  • Humas BSN
  • 2347 kali

Diseminasi hasil penelitian merupakan tanggung jawab akademik bagi para peneliti, dengan tujuan memperkenalkan hasil penelitian kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat luas. Penelitian dan pengembangan menyajikan hasil penelitian yang baik dalam bentuk makalah ilmiah, rekomendasi kebijakan, prototipe maupun Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Idealnya, hasil penelitian menjadi pondasi dan alasan yang kuat bagi pembuat kebijakan maupun pihak terkait. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan oleh pihak terkait dan berkontribusi terhadap pengembangan standardisasi, penilaian kesesuaian, dan metrologi yang cenderung berubah secara dinamis,” ungkap Kepala BSN, Kukuh S. Achmad pada International Conference on Standardization and Metrology (ICONSTAM) yang berlangsung untuk pertama kali pada Kamis (21/10/2021) secara virtual. ICONSTAM merupakan implementasi kerja sama BSN dengan Universitas Trisakti dan Universitas Nasional.

Penelitian mengenai standardisasi, penilaian kesesuaian, dan metrologi tidak hanya dilakukan oleh BSN, tapi juga berbagai pihak terkait selaku pengamat standardisasi, penilaian kesesuaian dan metrologi, seperti institusi penelitian dan pengembangan teknis, laboratorium pengujian dan kalibrasi, Lembaga Sertifikasi, universitas, maupun industri. Untuk menghimpun penelitian-penelitian tersebut, BSN memiliki sarana untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan hasil penelitian kepada masyarakat umum. Di antaranya, Jurnal Standardisasi (JS), Jurnal Instrumentasi (JI), Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS), dan ICONSTAM yang pertama.

ICONSTAM adalah konferensi saintifik di bidang standardisasi dan metrologi yang diselenggarakan oleh Pusat Riset dan Pengembangan SDM (Pusrisbang) BSN, dimana para peneliti menyajikan presentasi oral hasil penelitian kepada para pemangku kepentingan standardisasi, penilaian kesesuaian, dan metrologi dan masyarakat umum. Konferensi ini bertujuan mempertemukan kalangan akademis, peneliti, teknisi, untuk berbagi pencapaian, ide, dan visi di bidang standardisasi, metrologi, dan penerapannya.

ICONSTAM pertama mengangkat tema “Global Challenge on Science and Technology for the New Normal” atau “Tantangan Global bagi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada Era Kenormalan Baru”. Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak negara untuk bertransisi dan mempraktekkan kenormalan baru. Vaksin dapat membantu percepatan pembukaan fasilitas umum seperti sekolah, tempat kerja dan fasilitas umum. Namun demikian, pandemi telah mengubah kehidupan manusia secara permanen. Pandemi membawa percepatan adopsi dan implementasi teknologi. Dominasi teknologi di masa pandemi membuat manusia menjadi makhluk digital dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mulai dari bekerja virtual dari rumah, layanan telemedicine, pembelajaran jarak jauh, belanja online, jurnalisme, hingga latihan fisik secara virtual.

Teknologi memegang peran sentral dalam era kenormalan baru. Banyak topik yang berkembang sejak masa pandemi dan menghasilkan kenormalan baru, seperti pada perilaku ekologi dan bekerja kolaboratif. Dua tren teknologi yang berakselerasi pada era post-covid diantaranya touchless technology dan highly automated robot yang membantu pelaksanaan tugas manusia. Sangat mungkin, kita akan melihat lebih banyak otomasi robot dan artificial intelligence dalam rantai pasok, customer service dan lain sebagainya.

Kenormalan baru akan terus berevolusi dan solusi teknologi baru membantunya untuk terus berjalan. Bahkan setelah pandemi berakhir, teknologi akan terus berkembang melebih respon terhadap pandemi. Untuk itu, penting bagi semua level pemerintah untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan demi masa depan yang lebih melek teknologi namun aman bagi kehidupan manusia.

Para pemateri pada sesi utama diantaranya dari Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi, Dr. Mego Pinandito dengan topik “Global Challenge on Science, Technology and Innovation for The New Normal”; Peneliti Senior dari Institute of Research Hydo Quebec (IRHQ) Dr. M.V. Reddy dengan topik “Advances of Physics and Instrumentation Methods for Technologies and Applications”; Peneliti Senior BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya dengan topik “Roles and Innovation of Research on Standardization for the New Normal”; dan Direktur Pusat Studi Etika Lingkungan dari Universitas Nasional, Prof. Dr. Endang Sukara dengan topik “Roles and Innovation of University to Support Research and Development in The New Normal Condition”.

Sebanyak 34 presenter menyajikan hasil penelitiannya dalam empat sesi parallel yang dihadiri kurang lebih 150 peserta, yaitu, sesi dengan tema Standardisasi, Inspeksi Sistem Manajemen Kualitas (10 penyaji); Pengukuran dan Sistem Kontrol, Teori dan Aplikasi (10 penyaji); Pengembangan Software untuk Instrumentasi, Pengukuran, dan Kontrol, Sistem Instrumentasi dan Teknologi (7 penyaji); dan Analisi, Pengujian, dan lainya (7 penyaji). (Put – Humas)