Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Sosialisasikan Panduan Kalibrasi Mikropipet untuk Asesor

  • Rabu, 06 Oktober 2021
  • Humas BSN
  • 1540 kali

Panduan Kalibrasi Mikropipet dalam SNSU PK.M-01:2020 telah diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai upaya untuk mengharmoniskan pelaksanaan kalibrasi mikropipet di laboratorium kalibrasi maupun institusi lain yang berkepentingan dengan pengukuran yang perlu dijamin keabsahannya. Guna mensosialisasikan panduan tersebut, kali ini BSN menyelenggarakan Sosialisasi Panduan Kalibrasi Mikropipet untuk Asesor melalui daring pada Selasa (5/10/2021).

Peneliti Pusrisbang BSN, Zuhdi Ismail mengatakan panduan ini masih sangat perlu disempurnakan agar dapat dipakai semua lab kalibrasi dan asesor secara bersama-sama yang pada akhirnya menjadi satu harmonisasi.

“Mikropipet sendiri dalam penggunaannya dapat digunakan dalam bidang kimia, biologi, kesehatan, farmasi dan lain sebagainya. Oleh karenanya, perlu menjamin kualitas dari pengukuran sebuah mikropipet. Dengan adanya panduan kalibrasi mikropipet maka dapat digunakan sebagai acuan metode kalibrasi mikropipet yang ada di Indonesia,” ujar Zuhdi.

Dokumen Panduan Kalibrasi Mikropipet mengacu pada panduan dari beberapa standar yaitu ISO 8655 :2002 Part 1 – 6 Piston Operated Volumetric Apparatus; ISO/TR 20461:2000 Determination of uncertainty for volume measurement made using the gravimetric method; ISO 3696 : 1987 Water for analytical laboratory use – Specification and test methods; dan Euramet Calibration Guide 19 – 2018 – Guidelines on the determination of uncertainty in gravimetric volume calibration – Version 3.0.

Adapun, ruang lingkup panduan kalibrasi mikropipet digunakan untuk mengalibrasi mikropipet menggunakan metoda gravimetrik dengan rentang ukur (1 - 1 000) µl. Panduan kalibrasi ini juga menetapkan prosedur evaluasi ketidakpastian pengukuran yang terkait dengan kalibrasi mikropipet.

Lebih lanjut, Zuhdi menerangkan dalam sebuah kalibrasi tentunya tidak terlepas dari ketertelusuran. “Ketertelusuran mikropipet, seperti bentuk piramida. Berawal dari mikropipet paling bawah, kemudian ditelusuri ke timbangan yang terkalibrasi. Selanjutnya, timbangan yang terkalibrasi tersebut dikalibrasi menggunakan anak timbangan terstandar. Acuan laboratorium kalibrasi, tentunya juga sudah terkalibrasi dan memiliki nilai ketidakpastian yang itu akan tertelusur ke sebuah tanda standar massa nasional. Yang pada akhirnya tertelusur ke prototip internasional kilogram,” jelas Zuhdi.

Yang dimaksud ketertelusuran pengukuran adalah sifat dari hasil pengukuran yang dapat dihubungkan ke acuan tertentu, melalui rantai kalibrasi yang tak terputus yang terdokumentasi, yang masing-masing berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran.

Sementara, konsep dasar kesalahan sistematik yakni nilai rata-rata dari sejumlah besar pengukuran berulang terhadap besaran ukur yang sama dalam kondisi pengukuran tertentu dikurangi nilai benar besaran ukur tersebut.

Taksiran nilai kesalahan sistematik dapat dihitung dari pengaruh besaran yang dapat dikenali selama proses pengukuran sehingga taksiran kesalahan sistematik ini dapat dikoreksi dengan suatu nilai koreksi atau faktor koreksi

Melalui Sosialisasi Panduan Kalibrasi Mikropipet untuk Asesor, diharapkan panduan ini dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan harmonisasi prosedur mikropipet oleh laboratorium kalibrasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) maupun laboratorium pengujian yang melaksanakan kalibrasi inhouse. (nda-humas)