Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Tiga UMKM Jawa Barat Binaan BSN Raih Sertifikat HACCP

  • Rabu, 29 September 2021
  • Humas BSN
  • 1924 kali

Dalam rangka mensosialisasikan penerapan standar pangan dan produk pangan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan talkshow bertema “Pentingnya Penerapan Standar Pangan dan Produk Pangan” pada Selasa (28/9/2021) secara hybrid, luring di Kota Kuningan, Jawa Barat serta secara daring yang dihadiri oleh sekitar 200 UMKM dari seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan ini BSN sekaligus menyerahkan sertifikat HACCP sesuai dengan SNI CAC/RCP 1:2011 kepada tiga UMKM binaan BSN serta launching program UKM Juara. Tiga UMKM penerima sertifikat HACCP diantaranya UMKM Tirta Dewi Kuningan, UMKM Roeparasa, UMKM Restu Mande.

Sertifikat HACCP kepada UKM Tirta Dewi Kuningan dan UMKM Roeparasa diserahkan oleh Managing Director PT TUV Rheinland Indonesia, Nyoman Susila dan disaksikan oleh Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji.

Adapun kepada UKM Restu Mande sertifikat HACCP diserahkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat dengan disaksikan oleh oleh Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN dan Managing Director PT TUV Rheinland Indonesia. Ketiga UMKM telah berhasil menerapkan Standar Nasional Indonesia SNI CAC/RCP 1:2011 sebagai persyaratan perolehan sertifikat HACCP.

Turut hadir dan memberi sambutan secara daring, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama dan secara luring, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Kusmana Hartadji.

Perkembangan dunia pangan yang semakin maju menuntut setiap negara untuk melakukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhannya. Lazimnya, proses perdagangan internasional memiliki ketentuan yang diterapkan oleh negara tujuan.

BSN sebagai LPNK yang melaksanakan tugas di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, selama 6 tahun terakhir, telah melakukan bimbingan penerapan SNI pada setidaknya 872 UMKM. Melalui bimbingan tersebut diharapkan UMKM mampu meraih sertifikat SNI sehingga meningkatkan kualitas produk, sehingga nantinya meningkatkan pasar. (Put-Humas)