Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Launching Core Values ASN “BerAKhlak” dan Employer Branding ASN “Bangga melayani bangsa”

  • Selasa, 27 Juli 2021
  • Humas BSN
  • 5402 kali

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara resmi meluncurkan Core Values dan Employer Branding ASN secara virtual melalui Zoom serta saluran Youtube Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dan 50 saluran Youtube Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, termasuk saluran Youtube Badan Standardisasi Nasional (BSN), pada Selasa (27/7/2021).

Core Values ASN berperan sebagai panduan berpikir, bertutur dan berperilaku. Adapun core values ASN diimplementasikan dalam kata “BerAkhlak”, akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Kemudian, Employer branding yang merupakan moto ASN dalam bekerja menggunakan semboyan “Bangga melayani bangsa”.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa setiap ASN, harus memegang teguh nilai-nilai dasar yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “ASN bukan pejabat yang minta dilayani, yang bergaya seperti pejabat kolonial dulu. ASN harus memiliki jiwa melayani untuk membantu masyarakat,” ungkap Presiden Jokowi.

Untuk menjalankan tugas, ASN dilengkapi dengan kewenangan dan sumber daya oleh negara. Jokowi Menegaskan otoritas dan sumber daya ini harus digunakan secara akuntabel, dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa dan negara.

Selain itu, peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi mutlak bagi ASN. Kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi menjadi sangat penting. “Dunia menjadi serba hybrid dan kolaboratif. Tidak boleh lagi ada ego sektoral, ego daerah, ego ilmu,” tutup Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri PAN/RB, Tjahyo Kumolo menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong terciptanya birokrasi yang dinamis, yaitu tata Kelola yang bersih, efektif, efisien dan cepat mengambil keputusan, sesuai visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden hingga 2024. “Birokrasi pada dasarnya dimulai dari merubah pola pikir ASN yang harus lebih lincah dan inovatif,” tuturnya.

“Selanjutnya, ASN harus ikut bersama-sama TNI/Polri, BIN, serta elemen masyarakat lain untuk mempelopori, menggerakkan, mengorganisir lingkungan masyarakat dalam mengikuti perintah dan anjuran Pemerintah Pusat maupun Daerah demi percepatan penanganan Covid-19,” lanjut Menteri Tjahyo.

Pada kesempatan ini, tanggal 27 Juli ditetapkan sebagai Hari Kementerian PAN/RB, mengikuti tanggal pendirian BAPEKAN tahun 1959 oleh Presiden RI Pertama, Soekarno.

Turut menghadiri acara, Perwakilan Wapres RI yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD; Para Menteri Kabinet Indonesia Maju; Pimpinan Lembaga Negara dan Pemerintah, Gubernur; Bupati dan Walikota; Sekretaris Jenderal; Sekretaris Kementerian; Sekretaris Utama; Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian/Lembaga; Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota; Direktur Utama PT Taspen; dan Direktur Utama Bank BRI. Acara juga dihadiri seluruh ASN dan tamu undangan yang menyaksikan acara secara virtual. (Put – Humas)