Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

­­­­­Peranan Standar ISO Mendukung SDGs 2030

  • Jumat, 26 Februari 2021
  • Humas BSN
  • 586 kali

Aturan terhadap protokol kesehatan yang ketat untuk pencegahan penularan Covid-19 di seluruh dunia, memiliki andil di dalam perubahan metode maupun strategi di banyak sektor. Direktur Standardisasi dan Kebijakan Teknis International Organization for Standardization (ISO), Marco Rossi saat membuka webinar ISO Asia PasificJoint Session with Africa and Arab States pada Kamis (25/2/2021) mengatakan, “Sebuah generasi baru yang dinamakan smart standard  telah muncul yang semula berbasiskan layanan dokumen teks dan data, kini layanan yang benar-benar baru telah tersedia melalui implementasi otomasi sertifikasi hingga pengaplikasian artificial intelligence (AI).”

Dalam acara yang diikuti oleh anggota ISO di kawasan Asia Pasifik, Afrika dan Arab  termasuk Badan Standardisasi Nasional (BSN), Marco menjelaskan bahwa situasi terkini yang belum memperbolehkan secara penuh untuk melakukan perjalanan antar Negara, membuat ISO menciptakan sebuah strategi baru guna kelancaran berbagai pekerjaan, terutama di bidang pengembangan standar.

Perkembangan teknologi terkini yang selaras dengan area standardisasi baru mendorong ISO Central Secretariat (ISO/CS) melakukan pengaturan yang adaptif agar eksekusi pekerjaan tetap berjalan efektif serta memenuhi masukan juga saran dari para anggota dan pakar untuk terus meningkatkan layanan ISO. Dengan demikian, proses pengembangan standar menjadi lebih cepat, walau tidak ada rapat tatap muka secara langsung.

“Proses pengembangan standar dengan situasi saat ini berjalan secara virtual ataupun hybrid untuk memastikan rencana pekerjaan yang tersusun dapat tetap berjalan termasuk diantaranya kegiatan capacity building hingga mengaplikasikan perangkat generasi baru,” ujar Marco.

Berbicara tentang perkembangan teknologi, Manajer Program Teknis ISO, Nathan Taylor mengemukakan bahwa dalam konteks partisipasi pengembangan standar secara internasional, teknologi berperan sebagi pemicu atau driver perubahan.

Nathan menambahkan bahwa ekonomi, masyarakat, serta lingkungan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perubahan. Dalam konteks strategi ISO tahun 2030, standar ISO dapat membantu terpenuhinya tujuan global yang didesain dalam program Sustainable Development Goals (SDGs)  sebagai 'Blueprint to achieve a better and more sustainable future for all’.

Untuk menambah khasanah mengenai perkembangan terkini di dunia pengembangan standar global, turut hadir  perwakilan dari Sekretariat Japanese Industrial Standards Committee (JISC), Atsuko Saruhashi dan perwakilan The Saudi Standards, Metrology and Quality Organization (SASO), Abdulmajeed Alhassun yang mempresentasikan best practices sebagai P-member ISO kawasan Asia Pasifik dan Afrika-Arab. (PjA – Humas).