Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Menristek/Kepala BRIN: Riset Motor Utama Inovasi untuk Daya Saing Bangsa

  • Sabtu, 28 November 2020
  • Humas BSN
  • 631 kali

Untuk menciptakan ekosistem inovasi yang mendorong penelitian bermanfaat dan bernilai tambah adalah melalui sinergi riset dan inovasi antara pemerintah, dunia usaha dan industri, serta komunitas peneliti atau dosen dan optimalisasi dari sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi. Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) menjadi sangat penting difokuskan pada aspek riset dari keseluruhan proses dari hulu sampai dengan hilir untuk mencapai visi Indonesia 2045 berdaya saing dan berdaulat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Indonesia 2045 berdaya saing mengandung makna bahwa riset menjadi motor utama untuk menghasilkan invensi dan inovasi yang pada akhirnya berdampak pada daya saing bangsa,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro, saat membuka Rapat Kerja Kemenristek/BRIN dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di Yogyakarta, Jumat (27/11/2020).

Sedangkan berdaulat berbasis Iptek, menurut Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro, mengandung makna bahwa RIRN menjadi titik awal pembentuk Indonesia yang mandiri secara sosial ekonomi, melalui penguasaan serta keunggulan kompetitif Iptek yang tinggi secara global.

Dalam kesempatan Raker, Kemenristek/BRIN juga melakukan ‘Launching Bakti Inovasi Indonesia’ dalam rangka penanggulangan Covid-19, yang ditandai dengan penyerahan sejumlah inovasi anak bangsa untuk menanggulangi pandemi, kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah Provinsi DI Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah. Diantaranya adalah GeNose (alat deteksi Covid-19 melalui hembusan napas), alat rapid tes RI-GHA, air purifier ATTACT, OST-D (suplemen), wedang uwuh, dan teh jahe. Masyarakat juga dapat menyaksikan berbagai inovasi lain yang telah dikembangkan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang berjalan di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN, mulai dari alat tes Covid-19, ventilator VENT-I, hingga Robot KECE.

Rakernas 2020 juga disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Kemenristek/BRIN, dimana dihadiri oleh Plt. Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN Mego Pinandito, serta para pemangku pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristek/BRIN, mulai dari pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenristek/BRIN, Kepala LPNK dalam koordinasi Kemenristek/BRIN (LIPI,BPPT,LAPAN,BSN, dan BAPETEN), serta instansi terkait lainnya.

Ditemui setelah acara Pembukaan Raker Ristek/BRIN, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad mengungkapkan, “Standardisasi dan penilaian kesesuaian sangat dibutuhkan dalam proses hilirisasi hasil inovasi untuk menuju proses komersialisasi. Konsumen sangat memerlukan jaminan kepastian bahwa produk hasil inovasi telah memenuhi standar, terutama yang berkaitan dengan mutu dan keamanan produk. Oleh karena itu ketersediaan SNI dan lembaga sertifikasi yang kompeten untuk produk hasil inovasi menjadi sangat penting.”

Hadir secara fisik dalam Raker Kemenristek/BRIN dari BSN, Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Nasrudin Irawan; Deputi Bidang Akreditasi BSN, Donny Purnomo; Kepala Biro Perencanaan. Keuangan dan Umum BSN, M. Beni Nugraha; Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi, Dan Hukum BSN, Iryana Margahayu; serta Kepala Pusat Riset Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BSN, Yopi. Turut hadir juga secara daring para pejabat tinggi madya maupun pratama BSN. (humas)

 

Galeri Foto: Menristek/BRIN: Riset Motor Utama Inovasi untuk Daya Saing Bangsa