Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN dan Pemda Yogyakarta Promosikan Produk Berstandar

  • Kamis, 12 November 2020
  • Humas BSN
  • 159 kali

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Indonesia Quality Expo (IQE) ke-8 Tahun 2020 di Jogja City Mall (JCM). Pameran ini berlangsung Kamis (12/11) hingga Minggu (15/11) mendatang. Diharapkan melalui IQE kali ini dapat membangkitkan optimisme dan perekonomian Indonesia. Selain itu pameran ini menjadi upaya untuk mempromosikan produk yang tentunya berstandar.

Kepala BSN Kukuh S. Achmad mengatakan, tuntutan perlindungan bagi konsumen semakin menguat apalagi konsumen butuh jaminan keamanan, keselamatan, kesehatan dan tentunya kualitas. Oleh karena itu, diperlukan dorongan untuk menggerakkan hilirisasi atau komersialisasi hasil inovasi. “Dengan beberapa langkah ini, produk Indonesia memiliki value dan keunggulan kompetitif. Melalui inovasi, banyak produk unggulan yang dihasilkan. Dan pameran ini merupakan suatu cara untuk mempromosikan produk yang tentunya berstandar,” terang Kukuh saat pembukaan IQE di JCM Kamis (12/11).

Meskipun dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, pameran tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Kukuh menambahkan, Yogyakarta dipilih menjadi tuan rumah karena komitmen Pemerintah DIY terhadap penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini ditandai dengan diterimanya penghargaan Tokoh Standardisasi 2019 Kategori Kepala Daerah kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Menurut Kukuh, khusus di Yogyakarta ini, BSN mencatat produk unggulan diantaranya kerajinan kayu, perak, dan tekstil. Terdapat contoh produk unggulan yang berasal dari produk inovasi yaitu produk KANABA (mesin cuci kapasitas besar) di Bantul, dan Insenirator (Pengolah Sampah) di Bandung.

“Kami yakin banyak produk inovasi yang ditemukan oleh lembaga riset baik di pemerintah, swasta maupun dunia pendidikan yang berpotensi dihilirisasikan. Sehingga perlu difasilitasi dengan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian atau yang biasa disebut dengan SPK,” beber Kukuh.

Produk-produk unggulan Indonesia pada umumnya dihasilkan oleh pelaku usaha skala mikro dan kecil. Bahkan produknya juga sudah banyak berhasil menembus pasar ritel dan ekspor. Sehingga BSN memiliki program melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM. Kukuh menambahkan, hingga saat ini, BSN telah membina 811 UMKM. Dari jumlah tersebut, terdapat 35 UMKM binaan BSN berada di wilayah Yogyakarta. Dari angka tersebut, yang tersertifikasi sebanyak 6 pelaku UMKM. BSN juga menganugerahkan penghargaan SNI Award pada beberapa organisasi dan industri di Yogyakarta seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero).

“Oleh karena itu, BSN berkolaborasi dengan Pemda Yogyakarta khususnya, untuk menyukseskan IQE 2020. Ajang ini menjadi sarana yang bagus untuk mempromosikan SNI. SPK menjadi salah satu jawaban penting dan strategis atas fenomena dan trend perdagangan baik di masa lalu, sekarang juga masa depan,” ungkap Kukuh.

IQE tahun ini diikuti oleh 12 instansi baik dari pemerintah maupun swasta yang mengisi 30 unit. Sementara itu Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri yang juga sebagai Ketua Panitia IQE 2020 menambahkan, para peserta pameran terdiri dari industri, lembaga penilaian kesesuaian, dan pemerintah daerah. “Produk-produk ber-SNI dipamerkan dan juga layanan informasi seputar standardisasi dan penilaian kesesuaian. Kali ini, IQE tidak hanya secara offline, tapi pameran disajikan secara online melalui live streaming, games online maupun door prize secara online,” imbuh Zul.

Hingga saat ini per September 2020, BSN telah menetapkan sejumlah 13.308 SNI dengan jumlah SNI aktif berjumlah 11.034 SNI. Sebanyak 238 SNI diantaranya di berlakukan secara wajib oleh regulator. Adapun skema atau tata cara sertifikasi untuk SNI yang telah ditetapkan sebanyak 173 skema. Melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) per Mei 2020, telah mengakreditasi sejumlah 2.265 LPK, yang terdiri dari laboratorium, lembaga sertifikasi, dan lembaga inspeksi.(Aha)

 

Link: https://www.krjogja.com/berita-lokal/jateng/kedu/bsn-dan-pemda-yogyakarta-promosikan-produk-berstandar/