Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Implementasi Kerja Sama di Bidang SPK dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi

  • Jumat, 13 November 2020
  • Humas BSN
  • 309 kali

Dalam melaksanakan tugas sebagai lembaga pemerintah yang mengelola standardisasi dan penilaian kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah dengan perguruan tinggi. Tujuan dari kerja sama BSN dengan banyak perguruan tinggi adalah untuk memperkenalkan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian yang dimasukkan ke dalam tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam pendidikan dan pembelajaran, penelitian, maupun dalam penerapan pemberdayaan masyarakat.

Untuk lebih memperkuat pemahaman di bidang standardisasi dan bagaimana lingkup kerja sama yang dilakukan di perguruan tinggi, BSN mengadakan webinar “Optimalisasi Kerja Sama Bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian di Masa New Normal dengan Mitra Perguruan Tinggi” pada Kamis (12/11/2020) melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini merupakan koordinasi BSN dengan mitra kerja sama BSN, yang pada kesempatan ini difokuskan kepada mitra dari perguruan tinggi.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri mengungkapkan, saat ini BSN telah menandatangani 68 kerja sama terkait dengan SPK dengan perguruan tinggi, dan 24 diantaranya sudah melakukan pembelajaran terkait standardisasi. “Kami berharap angka tersebut akan terus meningkat, agar standardisasi ini lebih dikenal oleh dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi,” ujarnya. 

Zul Amri meyakini bahwa standar itu sangat penting dan merupakan sebuah keharusan untuk dipahami bagi kalangan di perguruan tinggi, karena dimanapun kita berada, apapun pekerjaan kita, khususnya saat melakukan penelitian, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat, transaksi perdagangan dan lain sebagainya akan selalu hadir standar tersebut. “Proses pembelajaran mengenai standardisasi bisa dimana saja dan di fakultas apapun, selalu ada standar yang relevan dengan proses pembelajaran di perguruan tinggi,” tambahnya. 

Zul Amri berharap, dengan dilakukannya kegiatan ini bisa mendapatkan masukan dan ide baru ataupun improvement atas kerja sama yang dilakukan BSN dengan mitra dari perguruan tinggi, sehingga kerja sama yang dilakukan dapat menghasilkan output yang real sesuai dengan yang diharapkan masing-masing pihak.

Kepala Bagian Kerja Sama BSN, Suhaimi A. Kasman menuturkan, pada prinsipnya melalui kerja sama perguruan tinggi dengan BSN adalah bagaimana nanti mahasiswa setelah lulus akan dapat bersaing dan juga sudah memiliki bekal kompetensi, khususnya tentang standardisasi yang akan dibutuhkan dalam dunia kerja, yang dilakukan melalui pelatihan dan pembelajaran. Selain itu melalui kerja sama juga mendorong partisipasi pakar untuk terlibat dalam kegiatan SPK, bersama-sama melakukan pengembangan dan penerapan standar, hingga peningkatan kompetensi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) dari perguruan tinggi tersebut.

Guru Besar Universitas Jember, Tejasari menjelaskan bagaimana kerja sama yang telah dilakukan Universitas Jember (UNEJ) dengan BSN. Dalam pelaksanaan kerja sama di bidang standardisasi, Universitas Jember telah melakukan pembelajaran dan pelatihan tentang standardisasi melalui seminar, pelatihan, dan e-learning pendidikan standardisasi. Selain itu pembekalan materi standardisasi juga dilakukan dengan menyisipkan materi standardisasi sebagai bahan kajian dalam mata kuliah yang telah ada dan sesuai, dan melalui mata kuliah Standardisasi. 

Selain UNEJ, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) juga telah menjalin kerja sama di bidang standardisasi. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS, Sajidan menjelaskan, dalam pelaksanaannya, UNS telah melakukan berbagai kegiatan dalam lingkup tri dharma perguruan tinggi. Dari segi penelitian, UNS turut berperan dalam pengembangan SNI produk komponen mobil listrik, yaitu baterai Lithium-ion. Dalam perumusan SNI ini, UNS berperan sebagai konseptor. Selain itu, UNS juga bekerja sama dengan BSN dalam pengembangan standar kursi roda dan pengembangan standar sistem pengisian swap battery kendaraan listrik.

Perguruan tinggi lainnya, Universitas Katholik Musi Charitas (UKMC), dalam kerja samanya dengan BSN lebih banyak diwujudkan dalam kegiatan pembimbingan penerapan SNI pada pelaku usaha/Usaha Kecil Menengah (UKM) di Provinsi Sumatera Selatan. Menurut Wakil Rektor I Bidang Akademik UKMC, Heri Setiawan, pembimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha akan pentingnya penerapan SNI, meningkatkan kualitas SDM UKM untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas, hingga meningkatkan daya saing produk UKM baik di tingkat nasional maupun global melalui penerapan SNI. Dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan UKM ini, UKMC berkolaborasi dengan Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Sumatera Selatan. 

Berlaku sebagai moderator yang memandu jalannya acara ini adalah Kepala Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri BSN, Lenggo Geni Aulia. Kegiatan kali ini diikuti oleh para akademisi, dosen, pejabat, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang sebagian besar juga telah menjalin kerja sama dengan BSN. (tyo-humas)