Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Tingkatkan Kualitas Organisasi Pendidikan melalui SNI ISO 21001

  • Rabu, 07 Oktober 2020
  • Humas BSN
  • 268 kali

Saat ini, persoalan pendidikan menjadi perhatian besar terutama di masyarakat. Karena, institusi pendidikan merupakan center of excellence untuk mencetak sumberdaya manusia yang andal, berkualitas, dan berkompeten. Salah satu alat yang dapat digunakan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan layanan organisasi pendidikan adalah dengan menerapkan SNI ISO 21001:2018 Organisasi pendidikan – Sistem manajemen untuk organisasi pendidikan – Persyaratan dengan panduan penggunaan.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah dalam Webinar Sosialisasi SNI ISO 21001, Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan yang ditayangkan melalui aplikasi zoom, Youtube, dan Facebook BSN_SNI pada Rabu (07/10/2020).

Zakiyah mengatakan SNI ISO 21001:2018 yang ditetapkan BSN merupakan adopsi dari standar internasional. Menurutnya, standar ini dapat digunakan oleh lembaga pendidikan yang tidak hanya dapat memenuhi peserta didik saja tetapi pemanfaat pendidik baik pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, saat ini BSN telah menandatangani kesepakatan bersama bidang standardisasi dan penialaian kesesuaian dengan 63 lembaga pendidikan. Sebagai contoh kerjasama yang dilakukan diantaranya, pendidikan standar melalui penguatan tridarma perguruan tinggi dengan proses belajar mengajar, hasil riset yang kemudian dapat menjadi masukan untuk standar ke depan, serta hasil riset perguruan tinggi dapat diajukan dalam standar internasional.

Guna mendorong penerapan SNI ISO 21001 tersebut, Zakiyah mengungkapkan BSN akan memfasilitasi perguruan tinggi untuk dapat menerapkan standar ini dengan mengintegrasikan sistem yang sudah ada persyaratan regulasi di pendidikan tinggi.

Dorongan untuk menerapkan standar juga disampaikan oleh Ketua Masyarakat Standardisasi (MASTAN) Jawa Barat, Bambang Widiyanto. “SNI ISO 21001 mau tidak mau harus kita ikuti. Zaman saat ini, kita berkompetisi. Untuk itu, kita harus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga diperlukan acuan-acuan untuk diikuti yang pada akhirnya kualitas pendidikan perguruan tinggi kita diakui dunia luar,” papar Bambang.

Mengadopsi ISO 21001, menurut Bambang merupakan suatu terobosan BSN yang dapat memudahkan lembaga-lembaga pendidikan dalam negeri mengejar level pendidikan tertentu. “Tentunya, akan lebih mudah dan murah untuk menerapkan SNI ISO 21001 sehingga dapat dijadikan pengembangan selanjutnya. Tidak hanya jargon saja, tetapi kita harus menjadi tuan rumah di negara sendiri,” ujar Bambang.

Senada dengan Zakiyah dan Bambang, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI Wilayah IV), Uman Suherman mengutarakan bahwa berbicara standardisasi perguruan tinggi sebagai civitas tentunya memiliki tanggung jawab. “Kita punya tanggung jawab utama sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yakni meningkatkan kualitas bangsa melalui pendidikan. Seperti ungkapan, bangsa yang besar tidak akan pernah terbangun dengan kualitas pendidikan yang rendah. Artinya kualitas bangsa tidak akan melebihi kualitas pendidikan,” pungkas Uman.

Sementara Kepala Seksi Fasilitasi Industri dan Organisasi Publik BSN, Tegar Ega Pragita. Memaparkan mengenai Penerapan Sistem Manajemen Pendidikan Tinggi Berbasis SNI ISO 21001:2018. Standar ini diperuntukkan untuk semua oganisasi yang memiliki kurikulum untuk mendukung pengembangan kompetensi melalui proses pengajaran, penelitian tidak tergantung pada tipe ataupun ukuran. Selain itu, standar ini juga ditujukan kepada organisasi yang bisnis utamanya bukan pendidikan tetapi memiliki lembaga training. Namun, tidak diperuntukkan untuk organisasi yang hanya memproduksi bahan ajar atau alat peraga.

Selain itu, dalam SNI ISO 21001, tambah Tegar organisasi pendidikan juga harus mengidentifikasi dan memetakan masing-masing kebutuhan stakeholder. Tidak hanya pembelajar, tetapi secara keseluruhan seperti pemerintah, pasar, orangtua, staf, LSM, sampai dengan alumni. Dengan demikian, standar ini bisa mengakomodir semua kebutuhan stakeholder yang pada akhirnya keseluruhan dapat terpuaskan.

Melalui Webinar Sosialisasi SNI ISO 21001, Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan diharapkan organisasi pendidikan dapat menerapkan SNI ISO 21001:2018, yang pada akhirnya lembaga pendidikan dapat mencapai tingkat layanan pendidikan yang berkualitas dan berkompeten. (nda-humas)