Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Capai SDGs dengan SNI Sistem Manajemen Lingkungan

  • Rabu, 05 Agustus 2020
  • Humas BSN
  • 726 kali

Pesatnya pembangunan dan perkembangan industri, seringkali berbenturan dengan isu pelestarian  lingkungan, sehingga dapat membahayakan manusia. Padahal, seharusnya pembangunan dilakukan untuk perbaikan hidup manusia. Apalagi, pada sidang umum PBB bulan September 2015, 193 negara mendeklarasikan Sustainable Development Goals (SDGs) / tujuan pembangunan berkelanjutan. untuk itu, diperlukan suatu sistem yang dapat menjamin organisasi dapat melaksanakan bisnisnya dengan tetap memperhatikan pelestarian lingkungan. Standar Sistem Manajemen Lingkungan merupakan salah satu acuan yang dapat digunakan.

 

Organisasi Standar Internasional (International Organization of Standardization / ISO) telah merespon SDGs dengan merevisi ISO 14001:2004 menjadi ISO 14001:2015. Badan Standardisasi Nasional (BSN) pun telah mengadopsi identik standar tersebut menjadi SNI ISO 14001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan – Persyaratan dengan panduan penggunaan. “Standar ini betul-betul bisa digunakan oleh organisasi sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap lingkungan secara sistematik,” ujar Deputi Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah saat membuka Webinar Penerapan Standar Sistem Manajeman Lingkungan Berbasis SNI ISO 14001:2015 pada Selasa (4/8/2020). Webinar ini diselenggarakan oleh BSN melalui Kantor Layanan Teknis Wilayah Jawa Timur, berkolaborasi dengan Masyarakat Standardisasi Indonesia (Mastan) Wilayah Jawa Timur.   

 

SDGs menjadi komitmen bersama secara global dan nasional dalam upaya menyejahterakan masyarakat. SDGs memiliki 17 indikator untuk menjamin pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksanananya tata kelola yang mampu menjaga kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. “17 indikator ini sangat diperhitungkan dalam revisi penyempurnaan ISO 14001,” terang Zakiyah.

 

Karena menjadi komitmen global dan nasional, Indonesia pun sangat concern untuk mencapai SDGs. RPJMN 2015-2024 betul-betul menekankan bagaimana pencapaian SDGs dalam pembangunan nasional. Adapun untuk memudahkan bagaimana 17 indikator diterjemahkan dalam kegiatan pembangunan Indonesia, pemerintah Indonesia membagi SDGs menjadi 4 pilar dalam RPJMN, yaitu pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan, dan pilar pembangunan hukum dan tata kelola. “Penerapan SNI Sistem Manajemen Lingkungan mendukung pilar pembangunan lingkungan dalam RPJMN 2015-2024,” tutur Zakiyah.

 

SNI Sistem Manajemen Lingkungan dapat membantu organisasi mencapai hasil yang diharapkan, baik untuk meningkatkan kinerja lingkungan, memenuhi kewajiban penataan, maupun mencapai sasaran lingkungan. Selain itu, dengan menerapkan standar ini, organisasi diharapkan dapat menentukan aspek lingkungan – yang bisa dikendalikan dan dipengaruhi – dengan mempertimbangkan perspektif daur hidup. “Jadi tidak hanya terbatas pada proses dalam operasinya, tetapi sampai ke pembuangan, dan sebagainya,”tegas Zakiyah.

 

Kepala Subdirektorat Pengembangan Skema Penerapan Standar Sukarela dan Penilaian Kesesuaian BSN, Muti Sophira Hilman menerangkan, SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan (SML) merupakan sistem manajemen yang menerapkan High Level Structure, sehingga dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya. Standar ini menggunakan konsep Plan-Do-Check-Action (PDCA), yang pada akhirnya menekankan pengembangan berkelanjutan. “Tentu, diperlukan komitmen kuat dari pimpinan organisasi untuk menjamin efektifitas penerapan SML, salah satunya dengan mengintegrasikan SML dengan bisnis prosesnya,” ujar Muti.

 

SML mensyaratkan organisasi mempertimbangkan semua isu lingkungan yang relevan dalam operasinya seperti pencemaran udara, isu air dan limbah cair, pengelolaan limbah, kontaminasi tanah, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta penggunaan dan efisiensi sumber daya. Oleh karenanya, penerapan SML dapat membantu organisasi memperbaiki kinerja lingkungan melalui penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan pengurangan limbah, sehingga mendapatkan keunggulan kompetitif dan kepercayaan pemangku kepentingan. “SML dapat diterapkan oleh berbagai jenis dan ukuran organisasi, baik privat, non-profit maupun pemerintahan,” tambah Muti.

 

Tidak hanya diterapkan oleh organisasi besar, prinsip-prinsip dalam SML pun dapat diterapkan oleh masyarakat. Ketua Umum Mastan, Supandi menilai kegiatan rumah tangga bisa menerapkan standar 14001. “Tentunya, standar ini menjadi paradigma. Tapi yang paling penting adalah bagaimana standar 14001 menjadi budaya bagi masyarakat. Contohnya pengelolaan sampah serta bijak dalam penggunaan air,” tutur Supandi. (ald-Humas)