Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Pentingnya Peran Metrologi Guna Melindungi dan Mengelola Lingkungan Hidup

  • Selasa, 21 Juli 2020
  • Humas BSN
  • 994 kali

Suatu negara paling tidak harus memiliki tiga pilar utama dalam infrastrukutur mutu agar bisa melindungi negaranya dari aspek kesehatan, keamanan, keselamatan, dan fungsi lingkungan hidup serta peningkatan daya saing di pasar global. Tiga pilar tersebut adalah standardisasi, penilaian kesesuaian dan metrologi.

 

Metrologi, merupakah salah satu kunci penting untuk menghindari ketidaksesuaian. Tanpa metrologi, hasil dari suatu pengukuran tidak dapat dijamin kebenarannya. “Ukur mengukur ini harus tertelusur dan akurat. Termasuk kesehatan dan keselamatan lingkungan guna melindungi dan mengelola lingkungan hidup,” ujar Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad dalam Webinar Metrologi Bidang Lingkungan Menyongsong Standardisasi melalui aplikasi zoom yang juga ditayangkan secara live melalui youtube pada Selasa (21/07/2020).

Sebagaimana diketahui, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah diamanahkan dalam Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, diperlukan data kualitas pengelolaan lingkungan hidup sebagai dasar penyusunan kebijakan. Dalam hal ini keberadaan metrologi bidang lingkungan untuk menghasilkan data yang tertelusur sangat diperlukan.

Namun, lanjut Kukuh ada beberapa tantangan dalam metrologi laboratorium lingkungan yakni terbatasnya laboratorium kalibrasi yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) (untuk peralatan tertentu); lamanya waktu (antrian) kalibrasi untuk beberapa alat tertentu; mahalnya biaya kalibrasi untuk beberapa peralatan; minimnya Certified Reference Material (CRM) dan standar kalibrasi; serta terbatasnya Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) untuk lingkup tertentu.

Sebagaimana diketahui, saat ini, per April 2020, BSN telah menetapkan 13.087 SNI. Adapun, jumlah SNI yang aktif berjumlah 10.865 SNI. Dari jumlah tersebut, SNI yang telah dirumuskan terkait kesehatan dan keselamatan lingkungan sebanyak 1093 SNI. Sementara jumlah Lembaga Penilaian Kesesuaian yang telah diakreditasi KAN per Mei 2020 berjumlah 2.265 LPK, 317 diantaranya laboratorium kalibrasi. Dari 317 tersebut, jumlah laboratorium kalibrasi pendukung ketertelusuran pengukuran di bidang lingkungan berjumlah 39 laboratorium dimana sebagian besar berada di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sementara, terdapat 167 laboratorium yang teregistrasi oleh KLH sebagai laboratorium lingkungan, wilayah terbanyak di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Adapun, laboratorium pengujian dengan lingkup lingkungan yang terakreditasi KAN berjumlah 303 lab.

Oleh karenanya, untuk menghadapi dan menjawab tantangan tersebut Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto menjelaskan dalam rangka pengelolaan metrologi di bidang lingkungan, Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) telah menyusun roadmap sebagai langkah awal agar pengembangan metrologi di bidang lingkungan menjadi lebih terarah.

Agus juga mengungkapkan menghadapi hal tersebut juga diperlukan dukungan stakeholder metrologi agar pengembangan metrologi bidang lingkungan dapat terlaksana secara optimal sehingga kebutuhan keterlusuran pengukuran atau pengujian parameter kualitas lingkungan dapat terfasilitasi dengan baik.

Sementara itu, Agus menyampaikan bahwa metrologi memainkan peran kunci dalam inovasi ilmiah yang menjadi alat untuk menghindari ketidaksesuaian. “Penyelenggaraan metrologi dihadapkan pada tantangan yg sangat besar. Tidak hanya dilakukan dalam upaya memberikan perlindungan terhadap kepentingan umum dalam hal kebenaran hasil pengukuran di semua sektor lingkungan,” pungkas Agus.

Keberadaan infrastruktur metrologi yang melaksanakan fungsi sebagai pengelola standar nasional satuan ukuran /SNSU, lanjut Agus menjadi sedemikian strategis dan sangat penting jika dikaitkan dengan dinamika regulasi internasional dalam hal tata perdagangan dunia. Hal ini menuntut tatanan metrologi yg lebih fokus lagi melalui penelitian dan pengembangan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini guna memberikan dukungan yang optimal terhadap sektor industri barang dan jasa nasional termasuk lingkungan dalam menghadapi tantangan sekaligus meraih peluang bagi Indonesia untuk memasuki pasar bebas regional maupun internasional.

Webinar juga menghadirkan narasumber Analis Kebijakan Utama KLHK, Herman Hermawan yang menyampaikan tentang “Kondisi Regulasi yang Mendukung Metrologi Bidang Lingkungan; Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia BSN, Ghufron Zaid memaparkan mengenai Peran SNSU dalam mendukung metrologi bidang lingkungan; Kabid Metrologi dan Kalibrasi P3KLL, Wisnu Eka Yulyanto yang mempresentasikan mengenai “Pentingnya Ketertelusuran dalam Pengukuran/Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan”; serta Presiden Masyarakat Metrologi Indonesia ( MMI ), Sukiswanto yang menjelaskan mengenai “Peran Masyarakat Metrologi Indonesia ( MMI ) Dalam Mendukung Metrologi Bidang Lingkungan”.

Melalui webinar Metrologi Bidang Lingkungan Menyongsong Standardisasi diharapkan dapat tercapai pemahaman pentingnya metrologi lingkungan dan dukungan stakeholder terkait yang selaras juga dalam penerapannya. (nda-humas)