Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Keluarga Besar BSN Hadapi Tatanan New Normal dengan Tawakal dan Hati Bersih

  • Selasa, 26 Mei 2020
  • Humas BSN
  • 682 kali

Bulan Ramadhan 1441 H telah berlalu. Bulan Ramadhan yang tidak akan terlupakan, karena di saat bersamaan terjadi wabah virus Corona yang melanda seluruh dunia. Namun semangat Ramadhan harus selalu terjaga untuk menghadapi era “new normal”, era dimana sesuatu yang sebelumnya tidak normal, tidak lumrah, akan dianggap menjadi sesuatu yang biasa.

 

Era new normal, mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap insan. Salah satu tren yang terjadi dalam era new normal adalah melakukan pertemuan tatap muka virtual. “Dalam 2 bulan terakhir, kita banyak bekerja dari rumah. Web conference dalam 2 bulan terakhir ini menjadi alat komunikasi yang sangat kita andalkan, sangat efektif tanpa menghilangkan esensi dari pertemuan tersebut,” ujar Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Puji Winarni saat membuka halal bi halal BSN pada Selasa (26/05/2020). Halal bi halal kali ini terasa spesial karena merupakan kali pertama BSN mengadakan halal bihalal secara virtual yang diikuti oleh seluruh pegawai BSN melalui aplikasi zoom meeting dan kanal youtube.

 

Menyikapi pandemi Covid-19, Ustadz yang juga seorang dokter di RSU Dr Soetomo Surabaya, dr.H. Agus Ali Fauzi berpendapat bahwa pada dasarnya, bila kita ingin sehat, maka kita harus menyeimbangkan 5 aspek yang membentuk manusia. “Manusia dapat dikatakan sehat bila aspek fisik, psikologis, sosial, kultural, dan spiritual seimbang,” ujarnya saat memberi tausiyah “ Menuju Tatanan New Normal dengan Tawakal dan Hati Bersih” kepada keluarga besar BSN. Dalam masa pandemi ini, ia melanjutkan, yang penting adalah kita menjaga iman dan imun kita. “Iman kita sudah ditempa dengan puasa Ramadhan, adapun imun kita ini yang saat ini harus kita pertahankan,” tuturnya. Agus pun memberi tips untuk menjaga imun. “Kita harus gembira, jangan terlalu tegang, karena kalau tegang biasanya daya tahan tubuhnya menurun,” pesannya.

 

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus dapat bekerja sama untuk menghadapi covid-19. ”ada 3 hal yang penting untuk menekan laju penyebaran covid-19, yaitu harus fokus, tidak khawatir secara berlebihan, dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,’ ujarnya. Proses Ramadhan sendiri adalah menciptakan orang-orang yang berkualitas, beriman dan bertakwa. “Bertakwa sendiri berarti orang itu makin peduli. Peduli terhadap dirinya, peduli terhadap kesehatannya, peduli terhadap kantornya, peduli terhadap pekerjaannya, masyarakatnya, bangsanya dan negaranya,” jelasnya.

 

Selama masa pandemi covid-19, dengan mengusung nilai-nilai TOP BGT, BSN pun tetap berupaya memberikan yang terbaik dalam melayani masyarakat. Salah satunya dengan menyusun 31 standar yang berkaitan dengan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mempercepat penanggulangan Covid-19, dengan estimasi selesai pada bulan Juni mendatang. Selain itu, berbagai kegiatan jarak jauh pun tetap berjalan, seperti kegiatan kalibrasi serta remote assistant untuk para lembaga penilaian kesesuaian.

 

Dalam kesempatan ini, Kepala BSN periode 2012-2020, Bambang Prasetya, berpendapat bahwa Ramadhan yang telah berlalu dapat menjadi pembelajaran untuk menghadapi era new normal. Kecerdasan spiritual menjadi aspek yang sangat penting. “Ramadhan di kala Covid-19 merupakan suatu pengalaman pembelajaran yang luar biasa, yang patut kita harus renungkan bahwa kedepannya bagaimana kita menyikapi hal-hal baru. Tidak bisa kita mengandalkan kecerdasan intelektual saja, tapi kecerdasan spiritual harus dibangun oleh kita,” tutur Bambang. Ia pun berharap, dalam masa pasca pandemi nanti, keluarga besar BSN dapat menjadi insan-insan yang lebih tawakal, lebih khusyuk, lebih TOP BGT, sehingga dapat menjadi ASN yang lebih baik, yang sangat sadar bahwa kecerdasan akal saja tidak cukup, tapi harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual. (Pja-Humas)