Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Dorong UMKM Pahami Standar Keamanan Informasi Dalam Transaksi Online

  • Kamis, 07 Mei 2020
  • Humas BSN
  • 762 kali

 

Dewasa ini, transaksi online makin diminati. Berdasarkan data, 8 dari 10 orang Indonesia membeli paling tidak 1 produk per bulan melalui e-commerce. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemasaran melalui media online dapat menjadi peluang, harapan bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus berkembang.

 

Deputi Bidang Penguatan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah menilai, pelaku UMKM harus dapat mengambil peluang perkembangan e-commerce dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). “Tentu, dalam bertransaksi online, pelaku UMKM juga perlu memahami Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” ujarnya saat membuka Knowledge Sharing Pemasaran Online Produk UMKM dan Standar Keamanan Informasinya pada Rabu, 6 Mei 2020.  

 

Zakiyah menuturkan, Informasi merupakan aset data yang sangat bernilai untuk mencapai tujuan organisasi. Ia pun berharap para pelaku UMKM dan penyedia layanan bisnis e-commerce dapat menerapkan SNI ISO 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). “Bila keamanan informasi organisasi terjamin, tentu dapat meningkatkan kepercayaan dari mitra bisnis,” tutur Zakiyah.

 

Dalam kesempatan ini, Merchant Community & Engagement Lead Bukalapak, Ian Agisti juga menekankan pentingnya keamanan informasi dalam berbisnis. Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan keamanan informasi demi melindungi seller dan buyer. “Kami mengaktifkan two factor authentifaction untuk keamanan pengguna bukalapak,” ujarnya. Penggunaan rekening bersama juga dapat meminimalisir potensi penipuan / kerugian bagi buyer. “Buyer tidak perlu khawatir karena transaksi harus melalui sistem Bukalapak terlebih dahulu. Kami pun menyediakan customer service 24 jam,” ujar Ian.   

 

Salah satu UMKM binaan BSN yang telah menerapkan SNI, Restu Mande turut berbagi pengalaman dalam bertransaksi online. Co-founder Restu Mande, Nenden Rospiani mengungkapkan bahwa usahanya juga terkena dampak pandemi Covid-19. “2 rumah makan terpaksa saya tutup. Namun, Alhamdulillah sejak Maret, permintaan melalui online meningkat. Akhirnya kami mengalihkan karyawan di rumah makan untuk berfokus mengoptimalkan penjualan online,” paparnya.

 

Restu Mande merupakan UMKM yang mendapatkan binaan dari BSN pada tahun 2016. “Luar biasa. Kami harus mencatat apa yang kami kerjakan, dan mengerjakan apa yang kami catat”, kenang Nenden. Upayanya pun membuahkan hasil. “Kami belajar SNI ISO selama setahun. Akhirnya sekarang terpakai. Semua karyawan sudah tahu standarnya sehingga proses produksi lebih cepat,” ungkapnya. Nenden pun menuturkan bahwa salah satu kunci keberhasilannya dalam bertransaksi online adalah dengan menerapkan SNI. “Dampak penjualan setelah ber-SNI pun sangat signifikan. Konsumen percaya pada standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya

 

Salah satu cara yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk memasarkan produknya adalah dengan mendaftarkan diri dalam program Indonesia Mall. Indonesia Mall merupakan bentuk kerja sama dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan e-commerce untuk mendorong UMKM go-online. Team Leader Indonesia Mall, Andry Sugiarto mengungkapkan bahwa Indonesia Mall ada untuk membantu pelaku UMKM agar dapat meningkatkan jangkauan penjualan produk. “Dengan tergabung dalam Indonesia Mall, pelaku UMKM tidak perlu pusing memikirkan pemasaran produk. Mereka cukup berfokus pada proses produksi dan peningkatan kualitas. Sisanya, mulai dari foto produk, penawaran produk, pengiriman, hingga return produk akan kami handle,” terang Andry. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, pelaku UMKM dapat mengunjungi situs https://bri.co.id/web/indonesiamall. (ald-Humas)