Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kuasai Ilmu dan Standar untuk Petik Manfaat Ekonomi Kopi

  • Jumat, 13 Maret 2020
  • KLT Palembang
  • 1650 kali

Dihadiri sekitar 500 orang dari kalangan milenial yakni anak SMK di wilayah Palembang, BSN menyelenggarakan Festival Kopi Sumsel berSNI (11/03). Acara diawali dengan minum bersama kopi Sumsel berSNI dengan merk Kopi Benua, salah satu kopi berSNI binaan BSN.

Selain untuk memperingati Hari Kopi Nasional (11 Maret), kegiatan ini berangkat dari potensi Kopi Sumsel yang besar secara kuantitas (produsen biji kopi robusta terbesar nasional) tapi masih perlu ditingkatkan mutu atau kualitasnya. Peningkatan mutu Kopi Sumsel diharapkan mampu meningkatkan brand atau nama Kopi Sumsel yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

Salah satu acuan mutu atau kualitas kopi adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Beberapa SNI yang dapat dijadikan acuan diantaranya SNI 2907:2008 tentang Biji Kopi dan SNI 01-3542-2004 tentang Kopi Bubuk. Selain SNI untuk biji kopi dan produk kopi juga terdapat SNI untuk mesin/teknologi pengolahan/pemrosesan Kopi, diantaranya SNI untuk mesin pengupas biji kopi basah dan kering, SNI untuk mesin jemur, SNI mesin sortasi, SNI mesin sangrai/roaster dan lain sebagainya.

Upaya peningkatan mutu/kualitas Kopi Sumsel perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran dan kompetensi sumber daya manusia, terutama di kalangan usia muda (milenial) yakni Pelajar SMK dan Mahasiswa (Vokasi) mengingat masa depan kejayaan Kopi Sumsel akan diteruskan oleh mereka. Hal ini agar kita bukan hanya menjadi penikmat minuman kopi, tetapi juga menikmati (menguasai) nilai ilmu dan ekonominya. Untuk menguasai rantai nilai ekonomi dari Kopi yang begitu besar, menguasai rantai ilmu kopi adalah keniscayaan.

 

Kopi tidak hanya minuman pembuka hari semata. Di dalamnya kaya akan rantai nilai ilmu dan ekonomi. Rantai nilai Ilmu karena perjalanan kopi enak dan nikmat melalui proses pengolahan dari kebun, panen, pasca panen, penyangraian, giling dan teknik seduh. Di dalamnya ada jasa petani kopi yang paling besar, keahlian pemrosesan pascapanen, roaster atau penyangrai dan penyeduh atau yang sering dikenal sebagai barista. Semua itu adalah ilmu.

Rantai nilai ekonomi bisa kita coba sendiri jika minum secangkir kopi nikmat di kedai ternama yang berasal dari negara yang tidak punya kebun kopi. Satu cangkir berharga paling murah 20 ribu – 30 ribu rupiah. Dalam satu hari bisa terjual dengan hitungan kasar saja dengan jaringan 20 ribu kedai di 61 negara, 1 kedai 1 hari 100 cangkir, maka dalam mereka meraup omset atau nilai ekonomi paling kecil 40 milyar Rupiah per hari 1,2 Trliun Rupiah per bulan atau 432 Triliun rupiah per tahun.

 

Acara diisi dengan talkshow Edukasi Kopi dengan narasumber Bapak H. Tengku Afifudin dari Dusun Danau Ringkih, Segamit, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Dedy Sutedy, pemilik kedai KopiLoka pendiri Sriwijaya Kedai Kopi Family, Ari (Pemilik Kedai Kopi Kawe (Kopi dalam bahasa Semendo), Manajer di UKM Kopi Tunggu Tubang Semendo (berSNI) dan Jono Dharmaputera, pemilik PD Sahang Mas/Kopi Benua berSNI dan Café Kopi Benua. Sesi 1 ini dimoderatori oleh Haryanto dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional wilayah Palembang.

Dilanjutkan dengan sesi teknik seduh manual kopi Sumsel. Dibawakan oleh Iyan Muhazan, Barista Kopi Sumsel bersertifikasi BNSP, Duta Kopi Indonesia 2019 dan pemilik Hystori Coffee Palembang. Metode seduh yang didemostrasikan adalah seduh tubruk, seduh V60 dan seduh latte art dengan alat dan bahan sederhana.

Untuk menambah kemeriahan, acara diisi dengan lomba-lomba seperti lomba karaoke lagi kopi, stand up comedy kopi, foto serta video tiktok bertema kopi. Selain itu, ada acara pameran produk berSNI dan produk Kopi Sumsel dari Sriwijaya Kedai Kopi Family.

Acara terselenggara berkat dukungan moril dan partisipasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Dewan Kopi Provinsi Sumatera Selatan, Masyarakat Standardisasi Indonesia DPW Sumatera Selatan dan teman-teman kedai kopi Sumsel Sriwijaya Kedai Kopi Family.

Serta dukungan sponsor, diantaranya PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) sebagai sponsor utama, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (persero), Tbk., PT. Semen Baturaja (persero), Tbk., Lembaga Penyiaran Publik RRI Palembang, PT Pelindo II Cabang Palembang dan Kopi Sumsel berSNI (Kopi Benua dan Kopi Tunggu Tubang Semendo). (kltplm)

 

Laporan Lengkap Festival Kopi Sumsel berSNI tersedia di https://s.id/DemiKopiSumsel