Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Dorong UMKM Naik Kelas, Ini Strategi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Blitar

  • Senin, 16 Maret 2020
  • Humas BSN
  • 406 kali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro tak henti-hentinya meningkatkan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

 

Guna menjalankan strategi ini, beragam program diluncurkan. Di antaranya dengan menggelar Workshop UMKM Naik Kelas di Gedung Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin (16/3/2020).

 

Workshop UMKM Naik Kelas diikui 105 peserta  yang merupakan pelaku UMKM binaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya Kepala BSN Bambang Prasetya dan Joko Kurniawan dari PT Cahaya Kemilau Ispirasi. 

 

Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lyes Setyaningrum dalam penyampaian laporan kegiatan menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memotivasi dan mendorong pelaku usaha mikro agar mampu mengelola usahanya dengan baik, sehat dan stabil. Sehingga berdampak pada peningkatan omzet pelaku usaha di Kabupaten Blitar.

 

“Harapanya kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan tentang strategi penguatan kapabilitas SDM UMKM di era digital dan persaingan global dengan mendorong pada penerapan teknologi dan platform pengembangan usahanya. Diharapkan ke depan, SDM yang meningkat dan mutu produk UMKM yang kian baik akan dapat meningkatkan iklim usaha yang kondusif di Kabupaten Blitar,” ujar Lyes Setyaningrum.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar Ulfie Zulfiqar Zuqsas dalam kesempatan ini menyampaikan kegiatan ini dalam rangka mencari dan menggali potensi UMKM di Kabupaten Blitar. Pihaknya terus berupaya mendorong agar UMKM bisa naik kelas dengan produknya merambah pasar regional, nasional dan internasional.

 

“Dalam mewujudkan tujuan itu, kami melaksanakan program ini secara bertahap dan terencana. Sebanyak 105 peserta dari workshop ini akan diseleksi lagi menjadi 65 peserta untuk pengembangan usaha di bulan Juni. Kemudian tahap III yakni penguatan usaha akan diambil 35 peserta. Di bulan Agustus ada monitoring dan evaluasi dan puncaknya UM Award diberikan bagi 5 peserta pada November,” terang Ulfie.

Ulfie menambahkan, dalam meningkatkan kelas UMKM, pihaknya terus memberikan pembinaan dan pendampingan. “Ke depanya produk UMKM Kabupaten Blitar harus memiliki standardisasi. Pelaku UMKM akan terus kita dampingi. Kalau belum ada izin-izinnya, sertifikasi, PIRT, BPOM, akan kami  fasilitasi. Bahkan kalau memungkinkan, pengurusan SPPT SNI juga akan kami dampingi. Kuncinya satu, mereka memiliki komitmen,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan ini, juga diberikan SPPT SNI dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) kepada PT Kampung Coklat Blitar. SPPT SNI diserahkan Kepala BSN Bambang Prasetya kepada Presiden Direktur Kampung Coklat Kholid Mustofa. Legalitas ini menjadi PT Kampung Coklat Blitar menjadi satu-satunya perusahaan produk-produk olahan kakao yang ber-SNI di Indonesia.

 

“Regional hingga nasional sudah tahu semua bahwa di Blitar ada Kampung Coklat. Ini tentu sangat membanggakan Blitar. Hal semacam ini menjadi role model bagi yang lain, bagaimana UMKM bisa naik kelas menjadi sebuah perusahaan besar yang mendunia,” ujar Bambang.

 

Lebih dalam di kesempatan ini Bambang menyampaikan, SPPT SNI merupakan senjata ampuh UMKM dalam menembus dan menguasai pasar. Dia pun memuji upaya dari Pemkab Blitar yang melaksanakan workshop ini sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas.

 

“Bicara penetrasi pasar global, pengalaman kami  banyak sekali ditanyakan tentang standarnya. Persoalan UMKM itu beratnya kalau mau masuk retail ditanyakan tentang standarnya (SNI). Oleh sebab itu, dalam mendapatkan SNI ini, UMKM perlu pendampingan-pendampingan dari pemerintah daerah. SNI ini kunci bagi UMKM dalam menaikkan kelasnya, dalam menembus retail dan pasar dunia,” tandasnya.

 

Dalam paparannya selaku narasumber, Joko Kurniawan dari PT Cahaya Kemilau Ispirasi menyampaikan beberapa hal. Di antaranya mendorong pelaku usaha mengembangkan usahanya dari satu menjadi banyak.

 

“Banyak itu bukan dari satu usaha memiliki banyak cabang, tapi dari satu menjadi lebih besar. Dalam melakukan itu, anggaplah saat ini mereka sudah punya produk, kuncinya dua hal, pertama harus memiliki ilmu yang namanya manajemen dasar. Kedua ialah bagaimana membuat sebuah pondasi dasar jaringan market dan distribusi. Kalau teman-teman tidak punya jualan, jangan berbisnis, karena berbisnis itu jualan. Bisnis itu akan semakin besar jika sistem itu diciptakan dan dibangun,” papar Joko.(Adv/Kmf)

 

link: https://jatimtimes.com/baca/210933/20200316/154000/dorong-umkm-naik-kelas-ini-strategi-dinas-koperasi-dan-usaha-mikro-pemkab-blitar