Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Luncurkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Bisa Unungkan Instansi

  • Sabtu, 14 Maret 2020
  • Humas BSN
  • 374 kali

Harianjogja.com, JOGJA-- Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Penerapan SMAP ini lebih menguntungkan sebuah instansi atau perusahaan karena mencegah terjadinya korupsi.

 

Kepala BSN Bambang Prasetyo menjelaskan SMAP sudah diadopsi ke dalam SNI. Menurutnya sistem ini sangat fleksibel dan bisa diterapkan di semua organisasi. Pentingnya sistem ini karena selama ini banyak dampak kerugian akibat dari tindak korupsi. Mulai dari melambatnya pertumbuhan ekonomi, investasi menurun, meningkatkan kemiskinan hingga menurunnya pendapatan per kapita.

 

"Sehingga diperlukan gerakan pencegahan tindak korupsi salah satunya melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ini. Akan memberikan keuntungan tersendiri bagi instansi atau perusahaan jika menerapkan sistem ini," katanya dalam rilisnya, Jumat (13/3/2020).

 

Ia menegaskan penerapan sistem ini snagat penting untuk mencegah terjadinya penyuapan terutama di instansi perkantoran maupun perusahaan. Pihaknya memulai dari BUMN lebih dahulu dengan melakukan kick of penerapannya di PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Yogyakarta pada Jumat (13/03/2020). BUMN akan menjadi contoh penerapan SMAP ini karena sebagai soko guru perekonomian di Indonesia. Harapannya lembaga lain bisa mengikuti dengan menerapkan sistem ini.

 

"Yang dinilai [dalam menerapkan sistem manajemen anti penyuapan] ini banyak sekali, mulai dari komitmen pimpinan , bagaimana mengelola manajemen, mengkomunikasikan seluruh jajaran  da PDCA [plan, do, check dan act]," ujarnya.

 

Bambang menambahkan BSN juga meluncurkan Indonesia Quality Expo (IQE) 2020 di Yogyakarta. Rencana pelaksanaan pada 12 hingga 15 November 2020 mendatang di Jogja Expo Center (JEC). Pemilihan Jogja sebagai tempat pelaksanaan event karena termasuk provinsi yang memiliki komitmen dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian melalui berbagai kegiatan di wilayah DIY. Selain itu adanya komitmen perusahaan dan organisasi dalam menerapkan SNI di DIY. "Saat ini ada 25 industri berlokasi di wilayah DIY yang memiliki sertifikat SNI meliputi produk alat mesin dan pertanian, makanan, air mineral," katanya.

 

Direktur Utama PT TWC, Edi Setijono sepakat bahwa sistem manajemen anti penyuapan ini membantu proses bisnis. Pihaknya sudah mulai menerapkan mulai dari saat menyusun perencanaan yang sifatnya strategis selalu melibatkan sistem pengendalian intern (SPI). Karena dengan melibatkan SPI dari awal maka bisa melakukan pengawasan sejak saat perencanaan agar bisa lebih baik.

 

Standar tentang SMAP menjadi penting bagi perusahaan mengingat upaya transformasi perusahaan menjadi Indonesia Heritage Management Corporation (IHMC). Sehingga nantinya daya dukung sistem yang dimiliki perusahaan mendukung perubahan proses bisnis yang sedang dan akan terjadi.

 

"Di ruangan kami ada banner soal transparasi, kalau menerima tamu pasti baca. Minimal akan ada rasa, perusahaan ini sudah GCG [good coporate governance] bagus, sehingga tidak perlu basa basi [mengarah ke penyuapan]. Kalau [sistem] ini terjadi proses bisnis lebih lancar," ujarnya.

link: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2020/03/14/510/1034280/bsn-luncurkan-sistem-manajemen-anti-penyuapan-bisa-untungkan-instansi